Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Alat Ukur Erosi dan Sedimentasi

Alat Ukur Erosi dan Sedimentasi

Peralatan yang dipergunakan dalam pengukuran angkutan sedimen (sediment transport) adalah berdasarkan Standar United States. Geological Survey (USGS), peralatan tersebut telah dikembangkan oleh Federal Inter Agency Sedimentation Project (FIASP). Alat ukur/ pengambil contoh sedimen yang telah distandarisasi oleh FIASP, mempunyai kode tertentu yang dapat diartikan sebagai berikut:
US : Alat ukur/ pengambilan contoh sediment dengan standar United States.
D : Integrasi ke dalaman (depth integrating).
P : Integrasi titik (point integrating).
H : Digantung/ dipegang dengan tongkat/ stick/ stang atau tali, sedangkan untuk yang digantung dengan kabel/ sounding, reel, tanpa kode/huruf H.
BM : Material dasar (Bed Material)
U : Bertaraf Tunggal (Single stage).
YEAR : Tahun pembuatan/dikembangkan (ditulis, dua digit terakhir).

Berikut diuraikan salah satu peralatan untuk mengambil contoh debit sedimen melayang, yaitu Depth integrating sampler. Alat ini dirancang sedemikian rupa agar dapat menangkap aliran air yang bercampur dengan sedimen pada posisi tegak lurus aliran dan kecepatan aliran yang masuk ke nosel akan mempunyai nilai harga yang mendekati dengan kecepatan aliran disekitarnya. Alat ini digunakan dengan cara menurunkannya ke dasar sungai dan mengangkat sampai mendekati permukaan dengan kecepatan gerak yang sama. Salah satu tipe alat ukur ini yang biasa digunakan, yaitu US D-48.
image
Gambar 5. Depth 48 integrating sampler

Integrasi USLE dengan Sistem Informasi Geografi (SIG)
USLE dikembangkan untuk memperkirakan kehilangan tanah pada lahan dengan ukuran kecil, sehingga dalam aplikasinya untuk memperkirakan yil sedimen (bukan kehilangan tanah) DAS, semua faktor (kecuali R) harus dihitung dengan pembobotan. Selanjutnya, jika tata guna lahan atau konservasi praktis di DAS bervariasi terhadap ruang, erosi harus dihitung secara individual untuk masing masing luasan, dan juga diperlukan modifikasi harga faktor-faktor USLE.

Cara yang paling tepat untuk mengakomodasikan karakteristik masing-masing luasan secara spasial adalah dengan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Penggunaan Sistem Informasi Geografis sebagai suatu system pengumpulan data yang terorganisir dewasa ini mulai berkembang pesat. Dan ini telah terbukti di beberapa instansi baik pemerintah ataupun swasta yang menggunakan Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem pengumpulan dan penggabungan data terpadu.

Terdapat beberapa hal yang menarik mengapa konsep SIG tersebut digunakan, bahkan di berbagai disiplin ilmu. Diantaranya ;
1) Hampir semua operasi (termasuk analisisnya) yang dimiliki oleh perangkat SIG interaktif yang didukung dengan kemudahan untuk akses menu (user friendly).
2) Kemampuannya untuk menguraikan entitas yang ada di permukaan bumi pada format layer data spasial. Dengan demikian permukaan tersebut dapat direkonstruksi kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata dengan menggunakan data ketinggian dan layer tematik yang diperlukan.
3) Aplikasi – aplikasi SIG menyediakan fasilitas untuk di-customize dengan bantuan script-script bahasa program yang dimiliki software SIG atau bahkan mampu untuk berintegrasi dengan perangkat aplikasi lain yang disusun dengan bahasa pemrograman yang lebih canggih (visual basic, Delphi, C++).
4) Software SIG menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan aplikasi – aplikasi lain hingga dapat bertukar data secara dinamis baik melalui fasilitas OLE (Object Linking and Embedding) ma upun ODBC (Open Database Connectivity) untuk mengakses data remote. Selain itu SIG sudah banyak diimplementasikan dalam bentuk komponen-komponen perangkat lunak yang dapat digunakan kembali oleh user yang menginginkan tampilan peta digital (terutama format vektor) pada aplikasinya dengan kemampuan dan kualitas standard.
5) Pada saat ini bagi user yang berada pada lokasi yang jauh dari sumber data dapat mengakses data SIG tersebut dengan mengimplementasikan map-server atau GIS-server yang siap melayani permintaan (queries) para client melalui intranet ataupun internet (web based).

Sehingga beban kerja dapat dipisahkan antara client dan server. Selain itu, aplikasi –aplikasi SIG dapat dibuat di server maupun di client. Server akan mengatur dan memberikan layanan terhadap semua query yang masuk dari user (clients).

Dengan demikian produk aplikasi SIG juga dapat dipublikasikan secara bebas di jaringan internet hingga dapat diakses menggunakan aplikasi browser internet. Dengan demikian untuk mengelola data yang kompleks ini, diperlukan suatu sistem informasi yang secara terintegrasi mampu mengolah baik data spasial dan data atribut untuk selanjutnya mampu menjawab pertanyaan spasial dan atribut secara simultan. Dengan demikian, diharapkan keberadaan suatu sistem informasi yang efisien dan mampu mengelola data dengan struktur yang kompleks dan jumlah yang besar ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan.