Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > AutoCAD Sistem Informasi Geografis

AutoCAD Sistem Informasi Geografis

SIG merepresentasikan real world pada monitor sebagaimana lembaran peta disertai map features-nya (sungai,hutan,kebun,jalan,tanah persil,dll). Skala peta menentukan ukuran dan bentuk representasi unsur-unsurnya. Makin meningkat skala peta, makin besar ukuran unsur-unsurnya. SIG menyimpan semua informasi deskriptif unsur-unsurnya sebagai atribut di dalam basis data. Kemudian SIG membentuk dan menyimpannya dalam tabel relasional.

Kemudian SIG menghubungkan unsur-unsur tersebut dengan tabel bersangkutan. Sehingga atribut-atribut ini dapat diakses melalui lokasi unsur-unsur peta, dan sebaliknya unsur-unsur peta dapat diakses dari atributnya. SIG menghubungkan sekumpulan unsur-unsur peta dengan atributnya di dalam satuan-satuan layer. Sungai-sungai, bangunan-bangunan, jalan, batas administrasi merupakan contoh layer. Perhatikan ilustrasi berikut ; Dengan demikian perancangan basis data merupakan hal yang esensial di dalam SIG. Rancangan basis data akan menentukan efektifitas dan efisiensi proses masukan, pengelolaan dan keluaran SIG.

Peran AutoCAD dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) lebih ditekankan dalam aspek 2 (dua) dimensinya. Aspek dua dimensi yang dimaksud disini adalah dalam hal pembuatan dan pendigitasian peta serta pengaturan dari struktur peta yang dinyatakan dalam layer. Hal-hal yang perlu diketahui dalam lingkungan pengoperasian perangkat lunak AutoCAD untuk pendigitasian peta adalah :
a) Elemen dalam AutoCAD
Elemen dalam AutoCAD dibagi menjadi dua macam, yaitu elemen grafis dan elemen non grafis. Elemen grafis merupakan serangkaian perintah-perintah untuk membuat suatu gambar atau bentuk grafis dalam gambaran suatu obyek gambar, seperti line(l), polyline(pl), doublelin multiline (di/ml), retangle (rectange), circle (c), dll. Sedangkan elemen non grafis merupakan serangkaian perintah yang berfungsi untuk pengeditan pada gambar atau objek dalam AutoCAD, seperti pemberian angka/huruf (dtext), pemotongan garis (trim), penembahan garis (extend), penghapusan (erase), penggandaan (array),dll.

b) Memulai program AutoCAD
Untuk memulai program AutoCAD terlebih dahulu harus memasuki lingkungan windows karena pengopersian program ini dibawah sistem operasi windows. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan adalah :
 Pembuatan layer (lapisan gambar), dimaksudkan untuk mempermudah proses penggambaran dan editing gambar.
 Pengturan jenis garis, warna garis, dan pengaktifan garis yang ditampilkan.

c) Menyeting Lingkungan Digitasi
Maksud dari penyetingan lingkungan digitasi disisni adalah pengaturan fungsi gambar dari masing-masing jenis garis yang ada di dalam gambar peta. Perintah-perintah penyetingan yang dilakukan pada mana layer dan ditujukan untuk membedakan suatu garis dengan garis lainnya.

d) Proses Pengeditan Peta
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa proses digitasi merupakan proses pemindahan data manual (Peta Manual) ke dalam bentuk peta digital yang biasa diterjemahkan dalam sistem komputer. Dalam proses digitasi ini peta yang digunakan haruslah benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi (sebaiknya dari Peta Bakosurtanal) baik itu dari segi kala maupun kejelasan informasi dari peta itu sendiri.
Langkah pertama dari peta digitasi adalah memindahkan koordinat peta yang akan didigitasi ke dalam koordinat yang bisa dibaca oleh komputer melalui digitizer.

Untuk dapat membaca koordinat peta yang ada agar dapat ditransfer ke dalam sistem komputer , maka yang harus dilakukan adalah dengan mengaktikan digitizer supaya bisa dibaca dalam program AutoCAD. Apabila sistem pengkoordinat telah bisa masuk dan terbaca dalam sistem komputer, maka selanjutnya adalah memulai digitasi dengan memperhatikan pengaturan layer dari masing-masing jenis layer yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk pendigitasian ini perintah yang sering dioperasikan adalah pembuatan garis banyak (polyline).

e) Penyimpanan Hasil Digitasi
Penyimpanan hasil digitasi dapat dilakukan pada saat proses digitasi sedang berlangsung atau pada saat yang diiinginkan. Perintah yang dipakai dalam penyimpanan hasil digitasi ini adalah save atau save as. Bentuk file yang disimpan dari hasil ini adalah dengan nama *.dwg. Selanjutnya, agar hasil digitasi ini dapat dibaca dan diterjemahkan kedalam format Arc Info, maka format file *.dwg ini harus dikonversi kedalam bentuk dxf file dengan tipe ASCII. Setelah peta terdigitasi semua, selanjutnya membuat batas DAS (gambar dibawah.) sesuai yang diinginkan. Pembuatan grid dilakukan Auto CAD ini berguna sebagai metode dalam memprediksi erosi lahan yang dilakukan.
image

Gambar 8. Proses pembuatan DAS di Auto CAD