Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Bendungan Urugan (Fill Type Dam)

Bendungan Urugan (Fill Type Dam)

Bendungan urugan (fill type dam) dapat dibagi menjadi :
1) Bendungan homogen
Suatu bendungan urugan digolongkan dalam type homogen, apabila bahan yang membentuk tubuh bendungan tersebut terdiri dari tanah yang hampir sejenis dan gradasinya (susunan ukuran butirannya) hampir seragam. Tubuh bendungan secara keseluruhannyaberfungsi ganda, yaitu sebagai bangunan penyangga dan sekaligus sebagai penahan rembesan air.

2) Bendungan zonal
Bendungan urugan digolongkan dalam tyjpe zonal, apabila timbunan yang membentuk tubuh bendungan terdiri dari batuan dengan gradasi (susunan ukuran butiran) yang berbeda-beda dalam urutan-urutan pelapisan tertentu. Pada bendungan type ini sebagai penyangga terutama dibebankan kepada timbunan yang lulus air (zone lulus air), sedang penahan rembesan dibebankan kepada timbunan yang kedap air (zone kedap air).

Berdasarkan letak dan kedudukan dari zone kedap aimya, maka
Type ini masih dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) yaitu : Bendungan urutan zonal dengan tirai kedap air atau “bendungan tirai” (front core fill type dam), ialah bendungan zonal dengan zona kedap air yang membentuk lereng udik bendungan tersebut.

Bendungan urugan zonal dengan inti kedap air miring atau “bendungan inti miring” (inclined- corefill type dam), ialah bendungan zonal yang zone kedap aimya terletak didalam tubuh bendungan dan berkedudukan miring ke arah hilir. Bendungan urugan zonal dengan inti kedap air tegak atau “bendungan inti tegak” (central-core fill type dam), ialah bendungan zonal yang zona kedap airmya terletak didalam tubuh bendungan dengan kedudukan vertikal. Biasanya inti tersebut terletak di bidang tengah dari tubuh bendungan.

3) Bendungan sekat
Bendungan urugan digolongkan dalam type sekat (facing) apabila di lereng udik tubuh bendungan dilapisi dengan sekat tidak sklus air (dengan kekedapan yang tinggi) seperti lembaran baja tahan karat, beton aspal, lembaran beton bertulang, hamparan plastik, susunan beton blok, dan lain-lain. Bendungan beton (concrete dam) adalah bendungan yang dibuat dengan konstruksi beton dengan tulang maupun tidak.

Ada 4 tipe bendungan beton :
1) Bendungan beton berdasarkan berat sendiri (concrete gravity dam) adalah bendungan beton yang direncanakan untuk menahan beban dan gaya yang bekerja padanya hanya berdasar atas berat sendiri.
2) Bendungan beton dengan penyangga (concrete buttress dam) adalah bendungan beton yang mempunyai penyangga untuk menyalurkan gaya-gaya yang bekeIja padanya. Banyak dipakai apabila sungainya sangat lebar dan geologinya baik.
3) Bendungan beton berbentuk legkung atau busur (concrete arch dam) adalah bendungan beton yang direncanakan untuk menyalurkan gaya yang bekerja padanya melalui pangkal tebing (abutment) kiri dan kana bendungan.
4) Bendungan beton kombinasi (combination concrete dam atau mixed type concrete dam) adalah kombinasi lebih dari satu tipe bendungan. Apabila suatu bendungan beton berdasar berat sendiri berbentuk lengkung disebut concrete arch gravity dam dan kemudian apabila bendungan beton merupakan gabungan beberapa lengkung, maka disebut concrete multiple arch dam.Bendungan gravity beton berdasarkan berat sendiri berongga. Tinggi 196 III dengan panjang puncak : 1.064 m. Volume beton: 5.200.000 m3.

Merupakan kombinasi antara beton berdasar berat sendiri berongga, beton dengan penyangga, urugan batu dan urugan tanah yang panjang totalnya 7.760 m (Bendungan dengan penyangga).
Tujuan pembangunan untuk : pengairan dan pembangkit tenaga listrik dengan daya terpasang 105 MW. Tipe : beton dengan penyangga, dengan panjang total 13.000 m. Tinggi : 68 m dengan panjang puncak khusus beton dengan penyangga 1.000 . dan panjang total 13.500. Volume beton : 850.000 m. Tujuan pembangunan untuk : PLTA dengan daya terpasang 120 MW (3 unit) dan irigasi. Tipe : beton berbentuk lengkung kedua arah. Tinggi : 135 m dengan panjang puncak 174 m. Volume beton: 285.000 m3