Budidaya Gracillaria

Pada budidaya Gracillaria di tambak diperlukan perawatan pintu-pintu saluran air agar pergantian air dapat dengan mudah dilakukan. Hal-hal yang harus dilakukan dalam perawatan adalah :
1) Bersihkan tanaman dari tumbuhan dan lumpur yang mengganggu, sehingga tidak menghalangi tanaman dari sinar matahari dan mendapatkan makanan.
2) Jika ada sampah yang menempel, angkat tali perlahan, agar sampah-sampah yang menyangkut bisa larut kembali.
3) Jika ada tali bentangan yang lepas ikatannya, sudah lapuk atau putus, segera diperbaiki dengan cara megencangkan ikatan atau mengganti dengan tali baru.

4) Waspadai penyakit ice-ice, yaitu adanya tanda bercak-bercak putih pada rumput laut. Jika ada tanda tersebut, tanaman harus dibuang, karena dapat menularkan penyakit pada tanaman lainnya. Kalau dibiarkan, tanaman akan kehilangan warna sampai menjadi putih dan akhirnya mudah putus.
5) Untuk menghindari penyakit ice-ice, lakukan monitoring terhadap setiap tanaman, sehingga jika ada tanaman memutih bisa dilakukan pemotongan. Cara lain menghindari penyakit ice-ice adalah dengan menurunkan posisi tanaman lebih dalam untuk mengurangi panetrasi banyaknya sinar matahari, karena penyakit ini biasanya terjadi pada daerah pertanaman yang terlalu tinggi dengan permukaan air. Karena itu disarankan agar tanaman berada 1 meter dibawah permukaan air.
6) Hama rumput laut yang harus diwaspadai antara lain adalah : (a). Larva bulu babi (Tripneustes sp) bersifat planktonik yang melayang-layang di dalam air, lalu menempel pada tanaman. (b). Teripang (Holothuria sp) mula-mula menempel dan menetap pada rumput laut, lalu membesar dan dapat memakan rumput laut dengan menyisipkan ujung cabang rumput laut ke dalam mulut. Walaupun hama tersebut pengaruhnya kecil menyerang pada areal budidaya yang cukup luas, namun tetap perlu diwaspadai. Untuk menghindarinya, bisa dilakukan pemasangan jaring pada keliling areal tanaman.
7) Pergantian air minimal setiap tiga hari sekali pada saat surut dan pasang. Penggantian air pada musim kemarau dilakukan lebih sering dibanding musim hujan. Menjaga kebersihan tambak dengan jalan membuang kotoran dan tanaman lain (rumput dan alga lainnya) serta melakukan perawatan pintu-pintu air, saluran air dan perawatan pematang tambak.

Pemeliharaan yang meliputi pengawasan dan perawatan baik konstruksi budidya maupun tanaman harus dilakukan terus menerus agar keberhasilan budidaya akan maksimal. Pada budidaya Gracilaria di tambak pengamatan kualitas air dapat dilakukan secara berkala agar tambak terhindar dari cemaran dan ledakan fitoplankton serta makro alga. Pendeteksian keberadaan hama dan penyakit secara cepat dapat dilakukan dengan pengawasan sesering mungkin.

image

Gambar 16. Pemeliharaan Gracilaria sp yang ditanam di tambak

Pemeliharaan tanaman memegang peranan penting untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Pergantian air (minimal 60% setiap 15 hari) akan membantu masuknya unsur hara baru dalam tambak, tetapi apabila unsur hara masih belum mencukupi untuk kebutuhan pertumbuhan rumput laut maka dapat dilakukan pemupukan 20 kg/ha setiap 15 hari dengan menggunakan urea : TSP : ZA dengan perbandingan 1:1:1 atau sesuai dengan kebutuhan lokasi budidaya.

Gracilaria memerlukan nutrisi pada pertumbuhannya seperti nitrogen, phosphat dan kalium serta oksigen. Kualitas nutrisi air tambak berpengaruh terhadap penggunaan pupuk. Pada prinsipnya, empat minggu pertama, tanaman memerlukan lebih banyak nutrisi nitrogen, sedangkan dua atau tiga minggu sebelum panen tanaman memerlukan lebih banyak nutrisi phosphate. Selain itu penyebaran rumput laut yang merata di dasar tambak perlu dipertahankan sehingga apabila rumput laut yang mulai rimbun dan mengumpul pada suatu titik tertentu, sebaiknya dapat disebarkan secara merata dalam tambak.