Home > Penanaman Rumput Laut > Pemeliharaan Rumput Laut > Budidaya Rumput Laut Buatan

Budidaya Rumput Laut Buatan

Pada budidaya rumput laut yang dilakukan dibak beton atau pemeliharaan bersifat tertutup seperti teknik budidaya semprot yang telah mulai dikembangkan di Indonesia pemeliharaannya relatif lebih mudah karena penanamannya lebih terkontrol serta arealnya yang tidak terlalu besar lebih memudahkan dalam perawatan sehari-hari. Perawatan yang diperlukan untuk pemeliharaan tertutup antara lain pengontrolan saluran atau sirkulasi air serta pengamatan kualitas air yang kontinyu terutama kandungan nutrient seperti nitrat dan fosfat yang terkandung di dalam media pemeliharaan.

Metode ini lebih menguntungkan karena pengontrolan kualitas air lebih mudah, pertukaran gas lebih efisien, relatif bebas dari predator, penyerapan nutrien oleh thallus dapat diatur dan mudah dipanen. Pemeliharaan yang meliputi pengawasan dan perawatan baik konstruksi budidaya maupun tanaman harus dilakukan terus menerus agar keberhasilan budidaya maksimal. Konstruksi budidaya harus dipelihara dari kerusakan yang disebabkan olah alam atau menurunnya daya tahan bahan. Ombak besar dapat menyebabkan tercabutnya patok, jangkar serta putusnya tali ris dan ris utama.

Perawatan terhadap fasilitas dan rumput lautnya sendiri dilaksanakan dengan pengamatan secara berkala. Setiap kerusakan yang terjadi karena pengaruh angin dan ombak, seperti kerusakan konstruksi atau posisi rakit, tali yang kendor atau putus, segera diperbaiki. Pembersihan terhadap sampah atau berbagai penempel pada rakit maupun pada rumput laut juga dilaksanakan pada saat yang bersamaan. Jika terdapat bibit rumput laut yang terserang hama atau terserang gejala penyakit, maka sebaiknya bibit yang rusak dipotong agar tidak menjalar ke bagian thallus yang lain.

Jika perlu bibit yang rusak atau terlepas dari ikatannya diganti dengan yang baru. Pengamatan dan perawatan dilaksanakan dengan frekuensi antara 2 × 1 minggu sampai 1 × 2 minggu. Menurunnya daya tahan bahan menyebabkan patahnya patok, rakit atau putusnya tali ris atau ris utama. Dalam rangka pemeliharaan maka harus dilakukan pengawasan setiap hari dan perbaikan dilakukan dengan segera terhadap bagian-bagian yang rusak. Tertundanya perbaikan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar karena akan semakin banyaknya tanaman yang hilang.

Pengelolaan dan pemeliharaan rumput laut merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan rumput laut, selain faktor-faktor internal dan eksternal yang telah dijelaskan sebelumnya. Faktor pengelolaan yang harus diperhatikan seperti substrat perairan dan juga jarak tanam bibit dalam satu rakit apung (Syaputra, 2005). Rumput laut merupakan organisme laut yang memiliki syarat-syarat lingkungan tertentu agar dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Semakin sesuai kondisi lingkungan perairan maka akan semakin baik pertumbuhannya dan juga hasil yang diperoleh akan semakin baik.

Dari beberapa penelitian dan pengamatan laju pertumbuhan rumput laut diketahui bahwa kecenderungan pertumbuhan rumput laut tidak sama menurut umur, besar rumpun bibit maupun menurut musim yang berbeda-beda. Laju pertumbuhan tertinggi terdapat pada minggu-minggu pertama pananaman, kemudian kecepatannya berkurang dan setelah 2 bulan laju pertumbuhannya menurun. Dari jumlah bibit yang ditanam dan perhitungan pertumbuhan maka kita dapat menghitung dan membuat estimasi hasil yang akan diperoleh saat panen sehingga dapat mengetahui keuntungan yang akan diperoleh dari usaha budidaya rumput laut tersebut.