Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi

Erosi dan Sedimentasi

Pengolahan Tanah (Tillage)

Berbagai teknik konservasi tanah dan air pada metode mekanik tersebut diatas berfungsi untuk: memperlambat aliran air permukaan, menampung dan menyalurkan aliran air permukaan agar tidak merusak, memperbaiki dan memperbesar infiltrasi air dan aerasi tanah serta menyediakan air bagi tanaman. Yang dimaksud pengolahan tanah adalah setiap manipulasi/ rekayasa terhadap tanah untuk menciptakan keadaan tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah ...

Read More »

Pelaksanaan Rehabiltasi Lahan Dengan Mucuna

Persiapkan biji benih Mucuna yang daya tumbuhnya baik. Pada tanah yang akan direhabilitasi dilakukan pengolahan tanah pada permulaan musim hujan; bila hujan telah cukup penanaman biji dilakukan dengan cara ditugal. Dapat digunakan jarak tanam 20t x 20 cm setiap lubang tanam ditanam dua benih. Dilakukan pemupukan awal dengan TSP sebanyak 25 ton/ha dan setelah berumur dua hulan biasanya tanaman Mucuna ...

Read More »

Pergiliran Tanaman

Dalam setahun, perlu ada pergiliran antara tanaman yang tidak mampu menghasilkan banyak bahan hijauan seperti kedelai dan kacang hijau dengan tanaman yang mampu menghasilkan Iebih banyak bahan hijauan seperli jagung dan sorgum. Kenyatan menunjukkan bahwa di daerah yang berpenduduk padat seperti di daerah aliran sungai di Jawa, usaha mengembalikan limbah ke tanah sangat sukar dilakukan. Hal ini disebabkan oleh digunakannya ...

Read More »

Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Menurut Wahono (2002 : 3), lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai pengatur media pengatur tata air, unsur produksi pertanian, maupun unsur perlindungan alam dan lingkungannya. Lahan kritis merupakan suatu lahan yang kondisi tanahnya telah mengalami atau dalam proses kerusakan fisik, kimia atau biologi yang akhirnya membahayakan fungsi hidrologi, orologi, produksi pertanian, pemukiman dan kehidupan sosial ekonomi ...

Read More »

Pengolahan Tanah Dengan Pembuatan Biophory

Bila pengolahan tanah dikombinasikan dengan lubang biopori maka konservasi tanah akan berjalan dengan baik, Karena air yang semula sulit terinfiltrasi akan lebih mudah meresap kebawah. Biopori merupakan lubang yang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalamnya 100 cm yang ditutupi/diisi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak/menangkap/menampung air yang mengalir di sekitarnya sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah ...

Read More »

Tanaman Mucuna (Leguminosa pansan)

Mucuna sp atau tanaman Koro benguk (Jawa) dapat digunakan sebagai tanaman yang dapat menghasilkan biji berprotein tinggi dan dapat memainkan fungsi rehabilitasi lahan secara khusus. Biji Mucuna dapat dibuat tempe atau setelah direbus selama 24 jam akan dapat pula dicampur dengan ubi kayu untuk meningkatkan gizi ubi kayu. Beberapa keuntungan rehabilitasi Iahan tidur dengan tanaman penutup tanah seperti Centrocema dan ...

Read More »