Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi

Erosi dan Sedimentasi

Kebijakan Daerah Aliran Sungai

Karena pengelolaan DAS melibatkan banyak sektor maka akan terjadi tumpang tindih kebijakan dan bahkan tabrakan kepentingan antar departemen sektoral. Untuk mencegah permasalahan tersebut menurut Asdak C. (2007) maka perlu dilakukan koordinasi dalam perumusan kebijakan yaitu : 1) Koordinasi kebijakan preventif, yaitu pencegahan sedini mungkin terjadinya tabrakan kepentingan antara berbagai instansi yang terkait. 2) Koordinasi strategis, lebih diarahkan kepada upaya penyelarasan ...

Read More »

Tujuan Daerah Aliran Sungai

Sasaran dan tujuan tersebut harus dikaitkan dengan karakteristik DAS seperti kondisi sosial, budaya, ekonomi, fisik, dan biologi yang akan dikelola. Namun demikian sasaran yang akan dicapai pada umumnya adalah untuk meningkatkan atau memperbaiki keadaan DAS sehingga tingkat produktivitas di tempat tersebut tetap tinggi dan pada saat bersamaan, dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pengelolaan tataguna lahan tersebut di daerah hilir ...

Read More »

Erosi dan Lahan Gundul

Erosi adalah peristiwa pindah atau terangkutnya tanah atau bagian-bagian tanah dari suatu tempat ke tempat lain oleh media alami (air atau angin). Erosi dapat menyebabkan terdegradasinya lahan melalui hilang atau terkikisnya lapisan tanah atas, sehingga dapat berdampak buruk terhadap tanah. Dampak buruk dari erosi dilihat dari tempatnya dibedakan jadi ada dua yaitu : 1. Dampak di tempat kejadian erosi (on-site). ...

Read More »

Rehabilitasi Lahan Tidur

Kerusakan lahan atau degradasi lahan banyak terjadi pada lahan kering terutama di bagian yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Degradasi lahan terjadi karena lahan sering terbuka oleh pekerjaan pengolahan tanah dan penyiangan bersih sehingga tanah mudah tererosi. Pengusahaan lahan tandus menjadi lahan pertanian tidak ekonomis karena produktivitasnya yang sudah demikian rendah. Sampai saat ini usaha untuk memulihkan produktivitas lahan ...

Read More »

Tanaman Mucuna (Leguminosa pansan)

Mucuna sp atau tanaman Koro benguk (Jawa) dapat digunakan sebagai tanaman yang dapat menghasilkan biji berprotein tinggi dan dapat memainkan fungsi rehabilitasi lahan secara khusus. Biji Mucuna dapat dibuat tempe atau setelah direbus selama 24 jam akan dapat pula dicampur dengan ubi kayu untuk meningkatkan gizi ubi kayu. Beberapa keuntungan rehabilitasi Iahan tidur dengan tanaman penutup tanah seperti Centrocema dan ...

Read More »

Pergiliran Tanaman

Dalam setahun, perlu ada pergiliran antara tanaman yang tidak mampu menghasilkan banyak bahan hijauan seperti kedelai dan kacang hijau dengan tanaman yang mampu menghasilkan Iebih banyak bahan hijauan seperli jagung dan sorgum. Kenyatan menunjukkan bahwa di daerah yang berpenduduk padat seperti di daerah aliran sungai di Jawa, usaha mengembalikan limbah ke tanah sangat sukar dilakukan. Hal ini disebabkan oleh digunakannya ...

Read More »