Home > Pengelolaan Kualitas Air

Pengelolaan Kualitas Air

Penyakit Pada Budidaya Perairan

Perairan merupakan suatu lingkungan hidup bagi biota air seperti ikan, serangga air, siput air, hewan renik, tumbuhan air, tumbuhan renik dan lain-lain. Pada lingkungan hidup ini akan terjadi interaksi antara biota (biotik) yang ada dengan lingkungan air (abiotik) sebagai media hidupnya, serta interaksi diantara biota air itu sendiri untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Sehingga interaksi ini membentuk suatu sistem lingkungan hidup ...

Read More »

Penyakit Akibat Bakteri Pada Ikan

A. Mycobacterium sp Mycobacterium sp. yang dikenal sebagai penyebab penyakit ” tuberkulosis ikan” (Fish TB), adalah bakteri yang berbentuk batang, dengan ukuran 0,2-0,6 x 1,0-10 μm, bersifat gram positif lemah, tidak bergerak, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat aerob. Bakteri ini banyak dijumpai di perairan tawar dan laut maupun tanah dengan suhu optimal pertumbuhannya 25-30oc. tidak dapat tumbuh pada ...

Read More »

Filter Jenis Koil Denitrator

Memiliki sebuah filter yang baik adalah idaman para hobiis ikan hias. Sebuah filter yang baik akan menjanjikan suatu kinerja yang baik pula sehingga diharapkan persoalan kualitas air akuarium dapat ditanggulangi dengan sempurna. Filter akuarium yang umum dikenal selama ini, khususnya filter biologi, lebih banyak dibuat untuk suatu lingkungan aerobik dengan alasan kemudahan aplikasi. Hasil akhir dari filter tipe ini adalah ...

Read More »

Perubahan Pada Parameter Kualitas Air

Pada lingkungan air sebagai media hidup biota air, sering terjadi perubahan-perubahan pada parameter kualitas air seperti derajat keasaman air ( pH – kandungan unsur H+ atau OH- ), kelarutan oksigen (O2), kandungan amoniak NH3, kandungan asam sulfida (H2S), suhu air dan lain-lain. Perubahan lingkungan air ini dapat mempengaruhi kehidupan biota air, terutama bagi biota air yang mempunyai daya toleransi terhadap ...

Read More »

Penyakit Yang Disebabkan Virus

Ada beberapa jenis penyakit viral yang sudah di identifikasi antara lain : 1) KHV (Koi Herpes Virus) 2) IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoitic Necrosis Virus), 3) HPV (Hepatopancreatic ParvolikeVirus), 4) MBV (Monodon Baculavirus), 5) SEMBV(Systemic Ectodermaland Mesodermal Baculovirus) atau WSBV (White Spot Baculovirus) 6) YHV (Yellow Head Virus). 7) IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) 8) TSV (Taura Syndrome Virus) 9) WSSV ...

Read More »

Kebutuhan Kincir Dari Biomassa Udang

Kincir air dipasang sesuai dengan kebutuhan minimal pada bulan pertama pemeliharaan. Pada bulan kedua pemeliharaan, total kincir harus sudah terpasang sesuai dengan target produksi berdasarkan data SR terakhir. Sebuah tambak tidak memerlukan kincir hingga produksi biomassa udang mencapai 500 kg/Ha dengan pertumbuhan normal. Kincir dapat tidak dipasang pada biomassa 700 kg/ha dengan pertumbuhan lambat. Untuk pertumbuhan tetap normal, kincir dipasang ...

Read More »