Home > Pengelolaan Kualitas Air

Pengelolaan Kualitas Air

Pengaruh Suhu Terhadap Kualitas Air

Intensitas dan kualitas cahaya yang masuk ke dalam air dan yang diserap menghasilkan panas. Dari sudut ekologi, energi panas ini dan hubungannya dengan hal-hal yang terjadi di dalam air, merupakan faktor yang sangat penting dalam mempertahankan air sebagai suatu lingkungan hidup bagi hewan dan tumbuhan. Suhu merupakan faktor fisika yang penting dimana-mana di dunia. Kenaikan suhu mempercepat reaksi-reaksi kimiawi; menurut ...

Read More »

Pasang Surut Air Laut

Pasang merupakan suatu gelombang yang frekuensinya rendah dan pada umumnya intensitas terjadinya lebih kecil dari dua kali sehari. Pergerakan pasang ini disebabkan oleh adanya gaya tarik dari benda-benda angkasa terhadap massa air di bumi. Gerakan ini juga dipengaruhi oleh rotasi bumi sendiri serta letak pulau dan benua. Oleh sebab itu tinggi rendahnya gerakan pasang di bumi terutama ditentukan oleh jarak ...

Read More »

Penyebab Warna Pada Air

Warna pada air disebabkan oleh adanya partikel hasil pembusukan bahan organik, ion-ion metalalam (besi dan mangan), plankton, humus, buangan industri, dan tanaman air. Adanya oksida besi menyebabkan air berwarna kemerahan, sedangkan oksida mangan menyebabkan air berwarna kecoklatan atau kehitaman. Kadar besi sebanyak 0,3 mg/l dan kadar mangan sebanyak 0,05 mg/l sudah cukup dapat menimbulkan warna pada perairan (peavy et al., ...

Read More »

Organisme Perifiton

Istilah perifiton diartikan sebagai sekumpulan organisme (berukuran mikro) yang menempel atau menetap pada suatu substrat. Sedangkan pada literature berbahasa jerman, istilah Aufwuchs dipakai untuk menggantikan istilah perifiton karena memiliki arti yang lebih luas. Aufwuchs adalah sekumpulan organisme yang menempel atau menentap pada suatu substrat, termasuk didalamnya kelompok organisme hewani atau nabati yang bergerak lambat (merayap atau merangkak) pada substrat tersebut. ...

Read More »

Organisme Plankton

Secara umum keberadaan plankton di perairan akan dipengaruhi oleh tipe perairannya (mengalir dan tergenang), kualitas kimia dan fisika perairan (misalnya: suhu, kecerahan, arus, pH, kandungan CO2 bebas, kandungan unsur-unsur hara), dan adanya kompetitor-kompetitor dan atau pemangsa-pemangsa plankton. Pada perairan tergenang (misalnya; kolam, rawa, situ, danau), keberadaan plankton akan berbeda dari waktu ke waktu (temporal differences) dan berbeda pula dalam menempati ...

Read More »

Pemanfaatan Arus dan Pergerakkan Air

Adanya pergerakan air ini, mengakibatkan terjadinya perputaran (sirkulasi) panas,zat-zat terlarut dan jasad-jasad perairan. Dengan pergerakan air ini menimbulkan aliran yang tidak tetap (turbulensi) dan kecepatan massa air. Gerak turbulensi yang menjadi besar biasa disebut “sistem arus” yang terdiri dari: a) Sistem arus tidak periodik. Sistem arus ini merupakan aliran air satu arah. Pergerakan air ini disebabkan oleh: (1) Perbedaan penyebaran ...

Read More »