Home > Pengelolaan Kualitas Air (page 10)

Pengelolaan Kualitas Air

Faktor Abiotik Kualitas Air

1) Suhu/temperatur Selain suhu yang tinggi pada daerah tropis, masalah yang sering ditemukan adalah masalah perubahan suhu yang terlalu ekstrim akibat pengaruh musim, misalnya musim hujan. Suhu rendah akan menyebabkan kecepatan metabolisme turun sehingga nafsu makan ikan dan udang jadi menurun. Suhu dingin dibawah suhu optimum akan berpengaruh pada penekanan kekebalan pada ikan dan udang. Suhu optimum tersebut akan berbeda ...

Read More »

Alat Ozonizer

Ozonizer merupakan alat pembangkit ozon (O3). Alat ini sering digunakan dalam akuarium laut untuk keperluan sterilisasi. Sterilisasi dan pemurnian air dengan ozon sudah lama digunakan dalam bidang pengelolaan air dan air limbah. Ozon merupakan bentuk reaktif dari oksigen (O₂). Molekul ini mampu menghancurkan sejumlah besar partikel-pertikel limbah cair dan bahan beracun, malalui proses oksidasi. Bahan-bahan beracun akan mampu diubah oleh ...

Read More »

Hama Pada Ikan

Hama merupakan organisme pemangsa ikan yang dibudidayakan. Hama berdasarkan golongan hewan, dibedakan sebagai berikut : 1) Dari golongan mamalia antara lain : Linsang, Berang-berang, Musang dan lain-lain. 2) Dari golongan reptil antara lain : Ular air, Biawak, dan lain-lain 3) Dari golongan burung antara lain : Bangau, Walet dan lain-lain 4) Dari golongan ampibi antara lain : Katak 5) Dari ...

Read More »

Filter Gabungan Fisika, Biologi Dan Kimia

Urutan pemasangan media filter a. Kompartemen pertama (A) media filter kapas kasar berguna untuk menjebak/menangkap partikel kasar yg berasal dari air aquarium. Pada daerah yg berwarna kuning dimaksudkan adalah pemasangan kaca mika yg telah dilubangi . b. Kompartemen kedua (B) media bioball sebagai media bakteri untuk tumbuh. Lendir yg melekat pada bioball merupakan nitrobacter yg tumbuh yang berguna untuk meningkatkan ...

Read More »

Penyakit Virus Pada Udang

1) Penyakit virus IHHNV(Infectious Hypodermal and Hematopoitic Necrosis Virus), dapat menyebabkan : a) Pertumbuhan terhambat, sehingga terjadi perbedaan ukuran yang nyata dalam satu populasi. b) Serangan dapat mencapai lebih 30% populasi. c) Multi infeksi dengan virus jenis lain. Banyak terjadi pada tambak yang menggunakan benur non SPF (Spesific Pathogen Free) yaitu induk lokal. Inang penyakit virus ini antara lain : ...

Read More »

Aplikasi Probiotika Untuk Budidaya

Probiotik pada umumnya didefinisikan sebagai bakteri tambahan (inokulan) yang dipakai untuk melaksanakan suatu proses enzimatis mikrobiologis tertentu. Kenyataan selanjutnya menunjukkan bahwa organisme yang melaksanakan tugas-tugas perubahan biologis juga dapat didefinisikan sebagai biomanipulator. Beberapa organisme yang dapat dikatakan sebagai biomanipulator adalah ikan herbivora (beronang/Siganus spp), ikan omnivore (ikan mujair dan ikan bandeng), ikan plankton feeder (ikan nila dan ikan belanak) dan ...

Read More »