Warning: Use of undefined constant X - assumed 'X' (this will throw an Error in a future version of PHP) in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions.php on line 7
" /> Pengelolaan Kualitas Air – Page 10 – TNeutron
Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150

Notice: Undefined index: font in /home/tneutron/public_html/wp-content/themes/jarida_disabled/functions/common-scripts.php on line 150
Home > Pengelolaan Kualitas Air (page 10)

Pengelolaan Kualitas Air

Pengukuran Oksigen Terlarut Dengan DO Meter

Prinsip kerja dari alat DO meter ini adalah menggunakan elektroda atau probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam larutan elektrolit. Pada alat DO meter, biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Secara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plastik yang bersifat semi permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi pada elektroda tersebut adalah: ...

Read More »

Padatan Tersuspensi dan Terlarut Total

Padatan tersuspensi total atau Total Suspended Solid (TSS) adalah bahan-bahan tersuspensi dan tidak terlarut dalam air, bahan-bahan ini tersaring pada kertas saring Millipore dengan ukuran pori-pori 0,45 μm. Sedangkan Padatan terlarut total adalah bahan-bahan terlarut yang tidak tersaring dengan kertas saring Millipore dengan ukuran pori-pori 0,45 μm. Cara pengukuran TSS dilakukan dengan gravimetric yang terdiri dari kegiatan penyaringan, penguapan dan ...

Read More »

Tingkat Kecerahan dan Kedalaman Air

Salah satu cara untuk mengukur kecerahan air dilakukan dengan menggunakan keping Secchi (Secchi-disk), yaitu sebuah keping bulat dengan garis tengah 20 cm yang terbuat dari seng dan dicat putih atau hitam-putih yang diberi pemberat. Alat tersebut diturunkan ke dalam air sampai tidak tampak, kedalamannya diukur, kemudian diturunkan lebih dalam lagi. Selanjutnya keping tersebut diangkat kembali dan apabila keping hampir tampak ...

Read More »

Penyakit Akibat Bakteri Pada Ikan

A. Mycobacterium sp Mycobacterium sp. yang dikenal sebagai penyebab penyakit ” tuberkulosis ikan” (Fish TB), adalah bakteri yang berbentuk batang, dengan ukuran 0,2-0,6 x 1,0-10 μm, bersifat gram positif lemah, tidak bergerak, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat aerob. Bakteri ini banyak dijumpai di perairan tawar dan laut maupun tanah dengan suhu optimal pertumbuhannya 25-30oc. tidak dapat tumbuh pada ...

Read More »

Penyakit Yang Disebabkan Virus

Ada beberapa jenis penyakit viral yang sudah di identifikasi antara lain : 1) KHV (Koi Herpes Virus) 2) IHHNV (Infectious Hypodermal and Hematopoitic Necrosis Virus), 3) HPV (Hepatopancreatic ParvolikeVirus), 4) MBV (Monodon Baculavirus), 5) SEMBV(Systemic Ectodermaland Mesodermal Baculovirus) atau WSBV (White Spot Baculovirus) 6) YHV (Yellow Head Virus). 7) IMNV (Infectious Myonecrosis Virus) 8) TSV (Taura Syndrome Virus) 9) WSSV ...

Read More »

Kebutuhan Kincir Dari Biomassa Udang

Kincir air dipasang sesuai dengan kebutuhan minimal pada bulan pertama pemeliharaan. Pada bulan kedua pemeliharaan, total kincir harus sudah terpasang sesuai dengan target produksi berdasarkan data SR terakhir. Sebuah tambak tidak memerlukan kincir hingga produksi biomassa udang mencapai 500 kg/Ha dengan pertumbuhan normal. Kincir dapat tidak dipasang pada biomassa 700 kg/ha dengan pertumbuhan lambat. Untuk pertumbuhan tetap normal, kincir dipasang ...

Read More »