Daerah Tujuan Wisata

Menurut Mathieson dan Wall (dalam Gunn, 1994), wisata merupakan pergerakan sementara orang untuk tujuan di luar tempat kerja normal dan tempat tinggal, kegiatan yang dilakukan selama mereka tinggal di tempat tujuan tersebut, dan fasilitas diciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan World Tourism Organization (2011), mengartikan wisata sebagai suatu fenomena sosial, budaya dan ekonomi yang memerlukan pergerakan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan mereka untuk tujuan pribadi atau bisnis/profesional.

Menurut Burkart dan Medlik (1981), wisata secara konseptual memiliki lima karakter sebagai berikut.
1. Wisata adalah campuran dari phenomena dan hubungan.
2. Phenomena dan Hubungan muncul dari:
 pergerakan/perjalanan seseorang – dynamic element (the journey),
 tinggal di suatu tempat – static element (the stay), dan
 beragam tempat tujuan.
3. Bukan di tempat tinggal dan tempat kerja.
4. Pergerakan bersifat sementara dan dalam jangka waktu pendek.
5. Bukan untuk tujuan mencari pekerjaan.

Daerah tujuan wisata adalah salah satu faktor penyebab kunjungan wisatawan. Oleh karena itu peran daerah tujuan sangat penting dalam industri pariwisata. Kegiatan pariwisata menawarkan produksi jasa yang memberikan kenyamanan kepada konsumen. Kepuasan konsumen ditentukan oleh berbagai faktor seperti tujuan wisata, produk wisata, promosi, peran penduduk lokal, dan sistem organisasi. European Tourism Analysis (dalam Holden, 2000) menambahkan bahwa ada karakteristik utama untuk menentukan sebuah daerah tujuan wisata yang berkualitas yang diurutkan berdasarkan peringkat kepentingannya, yaitu:
1. harus memiliki lanskap yang cantik,
2. harus memiliki suasana santai/rileks,
3. kebersihan terjaga,
4. matahari harus bersinar,
5. iklim harus sehat,
6. masakan sehat berperan,
7. memiliki ketenangan dan sedikit kepadatan,
8. sekitarnya harus memiliki ciri khas bagi negara, dan
9. harus menjadi tempat menarik untuk dikunjungi.

Perkembangan daerah tujuan wisata menyebabkan berkembangnya pula industri penunjang kegiatan wisata seperti resort, hotel, homestay, restoran, pusat souvenir, dan lain-lain. Permintaan wisata merupakan sejumlah kesempatan yang diinginkan oleh masyarakat yang dapat diharapkan jika fasilitas-fasilitas suatu kawasan wisata yang layak tersedia.

Yoeti (2008) berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor yang menentukan permintaan terhadap daerah tujuan wisata yang akan dikunjungi, yaitu: (1) harga, berhubungan dengan kualitas wisata dan kemampuan wisatawan; (2) daya tarik wisata, berhubungan dengan fasilitas dan bentuk-bentuk pelayanan lainnya yang tersedia; (3) kemudahan berkunjung, berhubungan dengan aksesibilitas dan prasarana yang tersedia pada daerah tujuan wisata; (4) informasi, berhubungan dengan layanan yang dapat diketahui wisatawan sebelum berkunjung; (5) citra, berkaitan dengan kesan yang diinginkan oleh wisatawan pada darerah tujuan wisata. Oleh karena itu, industri penunjang kegiatan wisata tersebut tidak dapat dipisahkan dari industri pariwisata.

Penyesuaian Jenis Tanaman Dengan Karakteristik Wilayah
Teknik konservasi ini dilakukan dengan cara mengembangkan kemampuan dalam menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan tingkat kekeringan yang dapat terjadi dimasing-masing daerah. Sebagai contoh tanaman jagung yang hanya membutuhkan air 0,8 kali padi sawah akan tepat jika ditanam sebagai pengganti padi sawah untuk antisipasi kekeringan. Pada daerah hulu DAS yang merupakan daerah yang berkemiringan tinggi penanaman tanaman kehutanan menjadi komoditas utama.