Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Definisi Sumur Resapan

Definisi Sumur Resapan

Sumur resapan merupakan lubang yang dibuat untuk menampung air hujan agar tidak mengalir keluar pekarangan. Biasanya air dari atap rumah dan dari bagian rumah lainnya dipekarangan tersebut dialirkan menjadi satu atau beberapa sesuai jumlah dan kapasitas sumurnya. Sumur resapan ini sangat penting dibuat pada daerah pemukiman padat yang topographinya lereng seperti daerah Puncak Bogor Jawa Barat, Batu Malang dan lain-lain daerah yang kondisi pemukimannya sejenis.

Sumur resapan air merupakan rekayasa teknik konservasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah (Dephut,1994 dalam http://klastik.wordpress.com/2008/02/04/ cegah-banjir-dengan-sumur-resapan/ (Tgl24 Desember 2010)
Selanjutnya manfaat sumur resapan air adalah:
 – Mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air di pekarangan, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi,
 – Mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah,
 – Mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai,
 – Mencegah penurunan atau amblasan tanah sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dan
 – Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah

Konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan :
a) pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar,
b) tidak memerlukan lahan yang luas, dan
c) bentuk konstruksi SRA sederhana.

Untuk membuat sumur resapan perlu memperhitungkan luas tangkapan air hujan yang akan dikumpulkan disumur tersebut dan kapasitas sumurnya. Tahapan untuk membuat sumur resapan menurut adalah sebagai berikut:
a. Melakukan analisis curah hujan;
Analisa terhadap curah hujan dimaksudkan untuk menghitung intensitas curah hujan maksimum pada perioda ulang tertentu. Dengan mengetahui intensitas curah hujan maksimum maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.

  • Menghitung luas tangkapan hujan;
    Bersama-sama dengan intensitas curah hujan maksimum dengan periode ulang tertentu untuk menentukan besarnya debit aliran.
  • Menganalisis lapisan tanah/batuan;
    Lapisan tanah terdiri dari berbagai macam lapisan mulai dari tanah belempung, pasir berlempung dan gravel atau kombinasi dari lapisan tersebut. Sumur resapan akan sangat efisien jika dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri dari pasir atau gravel.
  • Pembuatan sumur;
    Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan bis beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.

Untuk membangun sumur resapan agar dapat memberikan manfaat yang optimum diperlukan metoda perhitungan (Sunjoto,1992 dalam) sebagai berikut :
 – Menghitung debit air masuk sebagai fungsi karakteristik luas atap bangunan dengan formula rasional (Q=CIA, Q=debit masuk, C=koefisien aliran (jenis atap rumah), I=intensitas hujan, A=luas atap)
 – Menghitung kedalaman sumur optimum diformulakan sebagai berikut:
H = Q/FK [1-exp(-(FKT/pR2)] H = Kedalaman air (m) Q = Debit masuk (m3/dt) F = Faktor geometrik (m) K = Permeabilitas tanah (m/dt) R = Radius sumur. T = Durasi aliran (dt).

b. Evaluasi jenis fungsi dan pola letak sumur pada jarak saling pengaruh guna menentukan kedalaman terkoreksi dengan menggunakan multi well system.
Data teknis sumur resapan air yang dikeluarkan oleh PU Cipta Karya adalah sebagai berikut :
 – Ukuran maksimum diameter 1,4 meter
 – Ukuran pipa masuk diameter 110 mm
 – Ukuran pipa pelimpah diameter 110 mm
 – Ukuran kedalaman 1,5 sampai dengan 3 meter
 – Dinding dibuat dari pasangan bata atau batako dari campuran 1 semen : 4 pasir tanpa plester
 – Rongga sumur resapan diisi dengan batu kosong 20/20 setebal 40 cm
– Penutup sumur resapan dari plat beton tebal 10 cm dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.