Home > Pengelolaan Kualitas Air > Penyakit Budidaya Perairan > Faktor Biologis Dan Cara Penularan Bakteri Ikan

Faktor Biologis Dan Cara Penularan Bakteri Ikan

1) Aeromonas hydrophila
Aeromonas hydrophila menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia (MAS). Nama lain dari penyakit ini adalah bacterial hemorrhagi septicemia atau disebut juga hemorrhagic septicemia (McDaniel, 1979), infectious dropsy, penyakit merah, pest merah (Kabata, 1985) atau penyakit bercak merah (Eidman dkk., 1981). Tanda penyakit yang ditimbulkan adalah
a) ikan menjadi lemah,
b) Nafsu makan berkurang,
c) Kulit menjadi kasar,
d) Keseimbangan terganggu,
e) Sirip rusak,
f) Perdarahan pada subkutis, insang, lubang kumlah dan organ-organ dalam,
g) Pembengkakan pada bagian perut yang berisi cairan,
h) Abses atau borok

Motil Aeromonas Septicemia ini menyerang semua jenis ikan air tawar, misalnya ikan mas (Cyprinus carpio), gurame (Osphronemus gouramy Lac), lele (Clarias batrachus L), dari segala umur maupun ukuran dan penyebarannya ada di seluruh dunia. Angka kematian cukup tinggi, bahkan dapat mencapai lebih dari 90% (Eidman dkk., 1981). Bentuk penyakit ini ada empat yaitu perakut, akut, subakut dan kronis (McDaniel, 1979). Ikan Mas dan Ikan Koki yang terserang Aeromonas hydrophila dapat dilihat pada Gambar 8.
image
Gambar 8. Ikan Mas dan Ikan Koki yang terserang Aeromonas hydrophila

2) Aeromonas salmonicida
Aeromonas salmonicida adalah bakteri yang berbentuk batang pendek dengan ukuran 1,3-2,0 x 0,8-1,3 μm, bersifat gram negatif, tidak bergerak, tidak membentuk spora maupun kapsul, bersifat aerob.
Bakteri ini tidak dapat hidup lama tanpa inangnya Suhu optimal bagi pertumbuhannya antara 22-28oc, Sedangkan pada suhu 35oc pertumbuhannya terhambat. Dapat dijumpai di lingkungan air tawar maupun air laut dan dikenal sebagai penyebab penyakit “furunculosis”.

Aeromonas salmonicida selain menyerang ikan-ikan famili Salmonilidae juga menyerang ikan-ikan lainnya seperti sidat (Anguilla spp.), chubs (Coregonus zenithicus), dace, tenc, carp, catfish, pike, sculpins, perch, gold fish (Carassius auratus) dan spesies ikan lainnya. Ada indikasi bahwa semua spesies ikan baik tawar ataupun laut dapat bersifat rentan terhadap Aeromonas salmonicida. Gejala klinis akibat serangan pada ikan adalah pembengkakan di bawah kulit yang biasanya menjadi luka terbuka berisi nanah, darah, dan jaringan yang rusak di puncak luka tersebut seperti cekungan,
a) Sirip putus atau patah,
b) Pendarahan pada insang,
c) Petikiae pada otot,
d) Usus bagian belakang lengket dan bersatu, serta
e) Pembengkakan limpa dan ginjal yang berkembang menjadi nekrosis atau kernatian jaringan.

3) Renibacterium salmoninarum
Renibacterium salmoninarum yang dikenal sebagai penyebab kidney disease adalah bakteri yang berbentuk batang pendek dengan ukuran 0,3-1,5 x 0, 1-1,0 μm, bersifat gram positif, tidak bergerak, tanpa kapsul, sering terdapat berpasangan dan bersifat aerob. Bakteri ini dapat dijumpai di lingkungan air tawar maupun air laut dengan suhu optimal pertumbuhannya antara 15-18oC, sedangkan pada suhu 25oC perturnbuhannya akan terhambat. Renibacterium salmoninarum dilaporkan menyerang ikan famili Salmonidae lkan yang terserang Renibacterium salmoninarum menunjukkan tanda-tanda luar dan dalam seperti
a) Mata menonjol,
b) Perut kembung,
c) Sisik berdiri,
d) Pendarahan,
e) Abses di beberapa bagian tubuh dan wama kehitam-hitaman,
f) Ginjal luka dan berwama abu-abu, kernudian
g) Ginjal bengkak dan terjadi nekrosis.

Ikan Salmon yang terserang Renibacterium salmoninarum, dapat dilihat pada Gambar 9.
image
Gambar 9. Ikan Salmon yang terserang Renibacterium salmoninarum, pada bagian perut membengkak.