Home > Penanaman Rumput Laut > Pemeliharaan Rumput Laut > Faktor Derajat Keasaman dan Unsur Hara

Faktor Derajat Keasaman dan Unsur Hara

pH merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan alga laut, sama halnya dengan faktor-faktor lainnya. Menurut US-EPA (1973) dalam Iksan (2005) kisaran pH maksimum untuk kehidupan organisme laut adalah 6,5-8,5. Chapman (1962) dalam Supit (1989) menyatakan bahwa hampir seluruh alga menyukai kisaran pH 6,8-9,6 sehingga pH bukanlah masalah bagi pertumbuhannya. Selanjutnya Kylin (1927) dalam Supit (1989) menemukan daya tahan alga laut yang tersebar yaitu pada pH 3,6-10.

Namun menurut Rao dan Mehta (1973) dalam Supit (1989), ada alga laut yang memerlukan kondisi pH perairan yang khas baginya. Rumput laut atau alga sebagaimana tanaman berklorofil lainnya memerlukan unsur hara sebagai bahan baku untuk proses fotosintesis. Untuk menunjang pertumbuhan diperlukan ketersediaan unsur hara dalam perairan. Masuknya material atau unsur hara ke dalam jaringan tubuh rumput laut adalah dengan jalan proses difusi yang terjadi pada seluruh bagian permukaan tubuh rumput laut. Bila difusi makin banyak akan mempercepat proses metabolisme sehingga akan meningkatkan laju pertumbuhan. Proses difusi dipengaruhi oleh faktor lingkungan terutama oleh adanya gerakan air (Doty dan Glenn 1981).

Unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan termasuk fitoplankton dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu makro nutrien, dibutuhkan dalam jumlah banyak dan mikro nutrien, dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Yang termasuk makro nutrien yang dibutuhkan oleh alga adalah sulfat, potasium, kalsium, magnesium, karbon, nitrogen, dan fosfor. Sulfat dibutuhkan untuk sintesis protein berupa ikatan sulfat dan produksi polisakarida sulfat (karaginan).

Potasium sebagai aktifator enzim, magnesium untuk sintesis klorofil, kalsium untuk pembentukan membran sel dan dinding sel, karbon untuk pembentukan karbohidrat (karaginan), nitrogen untuk pertumbuhan tanaman dan fosfor untuk pembangkitan energi dan proses transfer, sedangkan yang termasuk mikro nutrien meliputi Fe, Mn, Cu, Si, Zn, Na, Mo, Cl dan V (Baracca, 1999 dalam Iksan, 2005). Unsur N dan P diperlukan untuk pertumbuhan, reproduksi dan untuk pembentukan cadangan makanan berupa kandungan zat-zat organik seperti karbohidrat protein dan lemak.

Kebutuhan rumput laut akan unsur hara inilah yang kemudian meningkatkan memanfaatkan rumput laut sebagai biofilter, sehingga rumput laut juga dapat dibudidayakan secara polikultur dengan organisme budidaya lain seperti udang dan ikan. Sisa pakan dan feses yang banyak mengandung unsur N dan P yang tidak bisa dimanfaatkan oleh ikan dan udang akan dimanfaatkan oleh rumput laut sebagai sumber nutrien, sehingga tidak terjadi eutrofikasi di perairan budidaya selain mendapat keuntungan lebih dari hasil budidaya rumput laut yang dapat dimanfaatkan langsung.