Home > Penanaman Rumput Laut > Pemeliharaan Rumput Laut > Faktor Pasang Surut dan Curah Hujan

Faktor Pasang Surut dan Curah Hujan

Naik turunnya permukaan laut secara periodik selama interval waktu tertentu disebut pasang surut. Hal serupa juga dikatakan oleh Bhatt (1978) bahwa pasut adalah periode naik turunnya permukaan air laut yang merupakan hasil gaya tarik-menarik bumi dan bulan, dan sebagian kecil disebabkan gaya tarik menarik bumi dan matahari. Friedrich (1973) menyatakan bahwa pasang surut dapat memperbesar atau memperkecil pergerakan arus-arus lain, fenomena seperti ini terutama sekali muncul di perairan pantai.

Secara umum dapat dikatakan bahwa kekuatan arus pasut dipengaruhi oleh kondisi pasang dan surut. Menurut Nontji (1993) ada beberapa faktor yang mempengaruhi sifat pasut diantaranya kedalaman laut, posisi kedudukan bulan dan matahari relatif terhadap bumi serta pantai. Semua ini menimbulkan penyimpangan dari kondisi yang ideal dan dapat menimbulkan ciri-ciri pasut yang berbeda-beda dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya.

Dalam kaitannya dengan fenomena biologi dikatakan oleh Friedrich (1973) bahwa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap fenomena biologi laut, seperti distribusi dan suksesi organisme. Frekuensi pasang surut juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan rumput laut di wilayah intertidal. Pada pasang semidiurnal yang memliki frekuensi yang lebih besar daripada pasang diurnal lebih menyokong bermacam-macam populasi rumput laut.

Handoko (1995) menyatakan bahwa pola umum curah hujan di Indonesia antara lain dipengaruhi oleh letak geografis, secara rinci pola umum hujan di Indonesia yaitu pantai sebelah barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak daripada pantai sebelah timur, curah hujan di Indonesia bagian barat lebih besar daripada Indonesia bagian timur. Curah hujan juga bertambah sesuai dengan ketinggian tempat. Curah hujan terbanyak umumnya berada pada ketinggian antara 600 – 900 m di atas permukaan laut, di Sulawesi Selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah, musim hujannya berbeda, yaitu bulan Mei-Juni.

Pada saat itu, daerah lain sedang mengalami musim kering. Adapun untuk intensitas hujan dikategorikan menjadi 5 kategori yaitu pada tabel 2 dibawah ini.

Tabel 2. Kategori intensitas curah hujan di Indonesia

image

Intensitas curah hujan yang baik untuk pertumbuhan rumput laut yaitu pada intensitas sangat ringan sampai ringan pada musim peralihan antara musim kemarau-hujan (Sulistijo dan Atmadja, 1996).