Faktor Pergerakan Air

Pergerakan air adalah faktor ekologi utama yang mengontrol kondisi komunitas rumput laut. Arus dan gelombang memiliki pengaruh yang besar terhadap aerasi, transportasi nutrien dan pengadukan air. Pengadukan air berperan untuk menghindari fluktuasi suhu yang besar (Trono and Fortes, 1988). Peranan lain dari arus adalah menghindarkan akumulasi silt dan epifit yang melekat pada thallus yang dapat menghalangi pertumbuhan rumput laut.

Soegiarto dalam Sinaga (1999) mengemukakan bahwa semakin kuat arus suatu perairan maka pertumbuhan rumput laut akan semakin cepat karena difusi nutrien ke dalam sel thallus semakin banyak, sehingga metabolisme dipercepat. Arus merupakan faktor yang harus diutamakan dalam pemilihan lokasi, karena biasanya arus akan mempengaruhi sedimentasi dalam perairan yang pada akhirnya akan mempengaruhi cahaya (Doty, 1973).

Beberapa gerakan air yang mempengaruhi pertumbuhan rumput laut yaitu, arus yang mengalir dari laut maupun dari daratan, gelombang laut, pasang surut air laut. Gerakan air, selain berfungsi untuk mensuplai zat hara juga membantu memudahkan rumput laut menyerap zat hara, membersihkan kotoran yang ada, dan melangsungkan pertukaran CO2 dengan O2 sehingga kebutuhan oksigen tidak menjadi masalah (Indriani dan Sumiarsih, 1999). Arus di daerah pantai sangat dipengaruhi oleh pergerakan pasang surut, kecepatan angin, kecepatan pergerakan air tawar dan transportasi gelombang (Hutabarat, 1988).

Arus dapat menimbulkan gerakan air yang dapat berfungsi sebagai pensuplai zat hara, juga membantu memudahkan rumput laut menyerap zat hara, membersihkan kotoran, serta melangsungkan pertukaran CO2 dan O2, sehingga kebutuhan oksigen tidak menjadi masalah (Rosdiana, 2003).

image

Gambar 12. Pergerakan air yang berperan dalam suplai nutrisi dan oksigen terlarut

Menurut Sidjabat (1973) proses pertukaran oksigen antara udara yang terjadi pada saat turbelensi karena adanya arus. Adanya ketersediaan oksigen yang cukup dalam perairan, maka respirasi rumput laut dapat berlangsung pada malam hari, sehingga pertumbuhan akan berlangsung secara optimal. Pergerakan massa air yang cukup kuat mampu menjaga rumput laut bersih dari sedimen sehingga semua bagian thallus dapat berfungsi untuk melakukan fotosintesis.

Semakin cepat arus, maka semakin banyak nutrien inorganik yang terbawa air dan dapat diserap oleh tumbuhan melalui proses difusi. Pada air yang diam tumbuhan kurang mendapatkan nutrien, sehingga mengganggu proses fotosintesis. Maka dari itu benih rumput laut harus ditanam pada daerah dimana terdapat arus yang kuat yaitu pada kisaran 20-40 cm/detik (Sulistijo dan Atmadja, 1996). Arus merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dapat disebabkan oleh tiupan angin, perbedaan densitas air laut dan rambatan pasang surut yang bergelombang panjang dari laut terbuka (Nontji, 1993).

Dawes (1981) mengatakan bahwa arus lautan disebabkan oleh kombinasi gerakan dari angin pada permukaan laut dan perbedaan densitas antara bagian-bagian yang berbeda dari laut tersebut. Pergerakan gelombang dan arus kadang cukup kuat untuk melepaskan rumput laut dari dasar perairan. Arus juga merupakan salah satu penyebab stadia reproduksi dan persporaan rumput laut. Hal ini penting terutama dalam penyebaran spora, peletakan dan pertumbuhannya.

Winarno (1996) mengatakan bahwa pergerakan air atau arus dapat memindahkan atau menyuplai hara dari bagian perairan sekitarnya. Alasan rumput laut biasanya tumbuh dengan baik di daerah dengan pergerakan arus yang baik adalah jika air tidak bergerak, maka rumput laut akan mengambil nutrien yang tersedia dalam jumlah terbatas, jika tersedia pergerakan air yang lebih aktif, maka nutrien yang tersedia akan lebih banyak. Arus yang lebih cepat dan ombak yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kerusakan tanaman, seperti dapat patah, robek ataupun terlepas dari substratnya. Selain itu penyebaran unsur hara akan terhambat dan air laut menjadi keruh (Indriani dan Sumiarsih, 1999).

Menurut Sulistijo dan Atmadja (1996) salah satu syarat untuk menentukan lokasi Eucheuma sp adalah adanya arus dengan kecepatan 0,33-0,66 m/detik. Sedangkan menurut Ryder (2003) dalam Iksan (2005) pada percobaan di lagoon, dimana kecepatan arus berkisar antara 3,6-11,6 cm/detik, laju pertumbuhan G. parvispora mencapai kisaran 0,02-10,03% perhari. Adapun tinggi gelombang yang baik untuk pertumbuhan rumput laut yaitu tidak lebih dari 30 cm (Apriyana, 2006).