Home > Penanaman Rumput Laut > Pemeliharaan Rumput Laut > Faktor Suhu Pertumbuhan Rumput Laut

Faktor Suhu Pertumbuhan Rumput Laut

Faktor eksternal merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dari luar tubuh rumput laut. Pada penanaman rumput laut faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan adalah dari sisi ekologis atau media hidup rumput laut tersebut. Suhu perairan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam mempelajari gejala-gejala fisika air laut dan perairan yang dapat mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan pada perairan tersebut. Suhu perairan mempengaruhi laju fotosintesis. Nilai suhu perairan yang optimal untuk laju fotosintesis berbeda pada setiap jenis.

Secara prinsip suhu yang tinggi dapat menyababkan protein mengalami denaturasi, serta dapat merusak enzim dan membran sel yang bersifat labil terhadap suhu yang tinggi. Menurut Mubarak dan Wahyuni (1981) temperatur merupakan faktor sekunder bagi kehidupan rumput laut dan fluktuasi yang tinggi akan dapat terhindar dengan adanya water mixing. Crebs (1972) dalam Apriyana (2006), menyatakan bahwa rumput laut akan dapat tumbuh dengan subur pada daerah yang sesuai dengan temperatur di laut.

Tiap-tiap spesies dari rumput laut membutuhkan suhu yang berbeda untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu terdapat sedikit perbedaan jenis rumput laut yang tumbuh di daerah tropis, daerah subtropis maupun di daerah dingin. Perubahan suhu yang nyata bagi rumput laut dapat menghambat pertumbuhan baik berupa perubahan morfologi maupun fisiologinya bahkan dapat mematikannya. Suhu air dipengaruhi oleh radiasi cahaya matahari, suhu udara, cuaca dan lokasi.

Radiasi matahari merupakan faktor utama yang mempengaruhi naik turunnya suhu air. Air mempunyai kapasitas yang besar untuk menyimpan panas sehingga suhunya relatif konstan dibandingkan dengan suhu udara. Suhu udara mempunyai kisaran yang dapat melebihi batas letal, sehingga rumput laut di pantai berbatu dapat mati, baik karena kedinginan ataupun kepanasan. Suhu mempunyai pengaruh tidak langsung, dimana rumput laut dapat mati karena kehabisan air, kehabisan air dapat dipercepat dengan meningkatnya suhu.

Rumput laut mempunyai kisaran suhu yang spesifik karena adanya kandungan enzim pada rumput laut. Rumput laut akan tumbuh dengan subur pada daerah yang sesuai dengan suhu pertumbuhannya. Dawes et al., (1974), menyatakan bahwa Eucheuma isoforme, Eucheuma sp, Gelidium masing-masing mencapai nilai optimum pada suhu 21C, 24C dan 21-27 C yang berada pada kondisi intensitas cahaya yang sama. Selanjutnya dikatakan pada kondisi intensitas cahaya yang berbeda, laju fotosintesis dipengaruhi juga oleh suhu perairan.

Menurut Sulistijo dan Atmadja (1996) kisaran suhu perairan yang baik untuk rumput laut Eucheuma sp adalah 27-30C, sedangkan menurut Zatnika (1987) dalam Supit (1989) adalah sebesar 24-30C. Bird and McLanchian (1986) dalam Supit (1989), Soegiarto (1984) dalam Eidman (1991) mengatakan bahwa kisaran suhu yang baik untuk pertumbuhan Kappaphycus cattonii adalah 24-31C.