Home > Pengelolaan Kualitas Air > Kualitas Air Untuk Budidaya > Filter Air Jenis Wet and Dry

Filter Air Jenis Wet and Dry

Filter Wet and Dry atau Filter Tetes (Trickle Filter) boleh dikatakan merupakan salah satu wujud improvisasi dari filter biologi “konvensional”. Dalam filter biologi “konvensional”, media filternya berada dalam kondisi terendam air. Sedangkan dalam filter tetes, sebagian dari media filter tersebut sengaja di ekspos ke udara terbuka, sehingga menciptakan bagian filter dalam kondisi “kering” (dry). “Penciptaan” suasana “kering” ini dimaksudkan untuk menambah efektifitas kinerja bakteri pengurai amonia.

Dalam suasana demikian, kontak bakteri dengan oksigen akan semakin baik. Disamping itu kondisi ini pun akan meciptakan terjadinya lapisan tipis air yang akan menyelimuti media filter, akibatnya kontak antara air dengan bakteri menjadi lebih baik pula, sehingga air akan dapat diproses secara biologis dengan lebih baik pula.
image
Gambar 11. Filter tetes

Gambar di atas menunjukkan diagram kasar sebuah filter tetes. Filter ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian yang terdapat di atas air (kering) dan bagian yang berada di dalam air. Di atas media kering terdapat sebuah “sprayer” yang akan memecah air menjadi butiran-butiran air (tetesan). Tetesan ini hendaknya terbagi merata pada seluruh permukaan media. Air selanjutnya akan menjalar pada media secara gravitasi, mengalami proses secara biologis, kemudian jatuh ke bagian filtrasi basah.

Pada bagian basah ini bakteri-bakteri yang hidup dengan kadar oksigen lebih rendah akan mengambil alih pekerjaan bakteri-bakteri sebelumnya. Air kemudian masuk kedalam ruang pompa dan dikembalikan ke akuarium.

Media dalam bagian kering dapat digunakan media filter biologi pada umumnya. Meskipun demikian bioball dapat berfungsi dengan baik, karena bahan ini memang dibuat untuk jenis filter ini. Media pada bagian basah adalah juga media filter biologi biasa. Beberapa hobiis ada yang membiarkan bagian ini kosong tanpa media apapun, meskipun demikian cobalah lakukan test dengan membandingkan hasil dengan dan tanpa media filter dibagian basah ini.

Spayer dapat saja dibuat dengan melubangi suatu lembar plastik atau bahan kaku anti karat lainnya dengan kepadatan tertentu sehingga tercipta sebaran lubang seragam diseluruh permukaan. Air yang masuk bagian ini, sebaiknya merupakan ari prefilter yang telah mengalami filtrasi mekanik sebelumnya. Dengan demikian, dapat mencegah terjadinya penyumbatan pada media filter biologi.

Dengan memahami prinsip kerja dari filter ini, anda bisa saja memodikasi sktesa tersebut di atas, disesuaikan dengan kebutuhan.