Home > Pengelolaan Kualitas Air > Kualitas Air Untuk Budidaya > Filter Gabungan Fisika, Biologi Dan Kimia

Filter Gabungan Fisika, Biologi Dan Kimia

Urutan pemasangan media filter
a. Kompartemen pertama (A) media filter kapas kasar berguna untuk menjebak/menangkap partikel kasar yg berasal dari air aquarium. Pada daerah yg berwarna kuning dimaksudkan adalah pemasangan kaca mika yg telah dilubangi .

b. Kompartemen kedua (B) media bioball sebagai media bakteri untuk tumbuh. Lendir yg melekat pada bioball merupakan nitrobacter yg tumbuh yang berguna untuk meningkatkan kualitas air. Bioball dibuat untuk filter wet and dry oleh penciptanya, dibuat ringan dan terapung di air dan digunakan dalam jumlah banyak.

c. Kompartemen ketiga (C) media Zeolite berguna untuk menangkap bahan terlarut, seperti: gas, bahan organik terlarut, dan sejenisnya. Kompartemen ini adalah kompartemen terpanjang untuk mendapatkan air yg melewati media zeolit memiliki rentang waktu yang cukup. Besaran ukuran (size) dari zeolit yg dipakai sebaiknya adalah dalam bentuk butiran kecil. Semakin kecil butiran akan semakin luas luas permukaan sehingga akan semakin luas bidang kontak antara air dan zeolit, efektifitas tercapai

d. Kompartemen keempat (D) media karbon aktif prinsip kerjanya sama dengan zeolit yaitu berguna untuk menangkap bahan terlarut, seperti: gas, bahan organik terlarut, dan sejenisnya. Demikian pula ukuran dari karbon aktif (KA) tersebut, gunakan butiran butiran terkecil saja.

e. Kompartemen kelima media filter kapas halus . Filter kapas halus adalah media filter air terakhir sebelum kembali ke aquarium .
image
Gambar 14. Filter fisika, kimia dan biologi

Pengelolaan Kelarutan Oksigen.
Kandungan oksigen terlarut merupakan parameter kualitas air utama pada pembesaran udang di tambak. Kebiasaan udang windu adalah mempunyai aktivitas pada dasar perairan. Oksigen terlarut terutama pada air dasar tambak tidak kurang dari 4 ppm. Fluktuasi kandungan oksigen terlarut sangat ditentukan kepadatan biota yang ada dalam air terutama fitoplankton dan tanaman air lainnya yang merupakan produsen primer. Untuk menjaga oksigen terlarut tetap pada kondisi yang optimal adalah dengan memanfaatan proses fotosintesa, penggunaan aerasi dengan cara pengaturan kincir air.

Kincir air diperlukan untuk :
1. Suplai O2 di air
2. Mengoksidasi permukaan dasar
3. Membuat kotoran tersuspensi dan teroksidasi di kolom air
4. Mengatur arus air dan menentukan penumpukan lumpur organik
5. Menghilangkan pelapisan air oleh suhu dan salinitas dan menghomogenkan kelarutan oksigen