Home > Pengelolaan Kualitas Air > Penyakit Budidaya Perairan > Gejala Klinis Infeksi WSSV Pada Udang

Gejala Klinis Infeksi WSSV Pada Udang

Virus juga dapat ditemukan dalam hemolymph pada udang yang menunjukkan gejala klinis, hal ini diduga WSSV menyebar melalui sistem sirkulasi (Momoyama et al., 1995). Gejala klinis infeksi WSSV pada tubuh udang dengan gejala berwarna kemerahan dapat dilihat pada Gambar 6. IHHNV tergolong dalam double-standed DNA dan merupakan virus berukuran terkecil yang menyerang udang. Diameter virion 22 mm, non-envelope, termasuk dalam Parvoviridae (Bonami etal., 1990; Bonami & Lightner, 1991; Mari et al., 1993; Nunan et al., 2000; Shike et al., 2000).
image
Gambar 5. Gejala klinis infeksi WSSV bintik putih pada karapas

Selain menyerang P. monodon, virus IHHN juga menyerang Litopenaeus stylirostris dan L. vannamei. Brock &Lightner (1990) melaporkan bahwa IHHNV menyerang udang L. stylirostris di Hawai dan mengakibatkan kematian massal (>90%) pada udang usia PL dan calon induk. Infeksi IHHNV bersifat epizootik dan penularan penyakit dapat melalui infeksi vertikal maupun horisontal, udang yang telah sembuh dapat menjadi carier penyakit sepanjang hidupnya (Morales-covarrubias &Chavez-Sanchez, 1999;Mothe et al., 2003).
image
Gambar 6. Gejala klinis infeksi WSSV pada tubuh udang dengan gejala berwarna kemerahan

Lightner et al. (1983b) dan Bell & Lightner (1984) menyebutkan bahwa infeksi IHHNV pada L. vannamei dan P. monodon tidak menimbulkan kematian yang besar tetapi menyebabkan udang menjadi kerdil/udang berukuran kecil atau dikenal dengan RDS (runt deformity syndrom). Halini mengakibatkan kerugian ekonomi di mana udang berukuran lebih kecil pada masa panen. Flegel (1997), Primavera & Quinito (2000) dan Tang et al. (2003) menyebutkan bahwa infeksi IHHNV dibeberapa negara di Asia Timur dan Asia Tenggara menyerang udang liar maupun udang budidaya, serangan pada P. monodon tidak menyebabkan kerugian yang besar.

Gejala klinis infeksi IHHNV udang terlihat kerdil/RDS (runt deformity syndrom) seperti diperlihtkan pada Gambar 7 .
image
Gambar 7. Gejala klinis infeksi IHHNV udang terlihat kerdil/RDS (runt deformity syndrom)

Penyakit virus BP (Baculovirus Penaid) dapat menyebabkan antara lain :
a) Kematian tinggi pada tingkat larva.
b) Pada pembesaran akan bersifat subakut atau kronis.
c) Udang yang terserang nafsu makannya turun dan pertumbuhannya lambat.

Organ yang diserang hepatopancreas.Udang yang sering terinfeksi antra lain: P. duorarum, P. aztecus, Trachypeanaeus similis, P. marginatus, P. vannamei, P. penicillatus, P. schmitti, P. paulensis, P. subtilis dan P. setiferus.