Home > Pengelolaan Kualitas Air > Identifikasi Kualitas Air > Indikator Kecerahan Perairan

Indikator Kecerahan Perairan

Kecerahan merupakan parameter fisika yang erat kaitannya dengan proses fotosintesis pada suatu ekosistem perairan. Kecerahan menggambarkan sejumlah atau sebagian cahaya yang diteruskan pada kedalaman tertentu yang dinyatakan dengan persen. Cahaya ini adalah cahaya dari beberapa panjang gelombang di daerah spektrumcahayayang terlihat danjatuh tegakluruspada lapisan permukaan air pada kedalaman tertentu.

Kecerahan yang tinggi menunjukkan daya tembus cahaya matahari yang jauh ke dalam perairan. Begitu juga sebaliknya. Kecerahan adalah sebagian cahaya yang diteruskan ke dalam air yang dinyatakan dalam % dari beberapa panjang gelombang di daerah spektrum yang terlihat cahaya melalui lapisan 1 meter jauh agak lurus pada permukaan air. Apabila kecerahan tidak baik, berarti perairan itu keruh. Kekeruhan (turbidity) air sangat berpengaruh terhadap ikan.

Kekeruhan terjadi karena plankton, humus dan suspensi lumpur, atau bisa juga diakibatkan oleh suspensi hidroksida besi. Kekeruhan perairan dapat menghambat pertumbuhan ikan budidaya baik langsung maupun tidak langsung. Kecerahan air laut ditentukan oleh kekeruhan air laut itu sendiri dari kandungan sedimen yang dibawa oleh aliran sungai. Pada laut yang keruh, radiasi sinar matahari yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis tumbuhan akan kurang dibandingkan dengan air laut jernih.

Pengukuran kecerahan air sebaiknya dilakukan pada saat siang hari dan cuaca relatif cerah. Pada perairan kecerahan air erat hubungannya dan berbanding terbalik dengan kelimpahan plankton terutama jenis phytoplankton yang berada di dalam perairan tersebut, atau dengan kata lain semakin tinggi tingkat kecerahan air maka kelimpahan phytoplankton akan semakin rendah dan sebaliknya semakin rendah tingkat kecerahan air maka kelimpahan phytoplankton di perairan tersebut semakin tinggi.

image
Gambar 9. Perairan dengan tingkat kecerahan tinggi

Phytoplankton merupakan jenis tanaman berukuran renik yang mempunyai zat hijau daun (klorofil) dan selalu melakukan fotosintesa dengan bantuan sinar matahari. Produktivitas plankton akan meningkat dengan semakin meningkatnya intensitas penyerapan cahaya matahari ke dalam perairan, sehingga kelimpahan plankton akan semakin meningkat pula dan akan mengurangi tingkat penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan.

Berdasarkan uraian tersebut maka kecerahan air merupakan suatu variable dari kelimpahan plankton dan tingkat intensitas matahari. Penetrasi cahaya pada suatu perairan sangat dipengaruhi oleh:
a) Intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan air,
b) Kelarutan bahan/zat-zat di dalam air, dan
c) Suspensi bahan dalam air.

Intensitas dankualitas cahaya yang masuk ke dalam air (perairan) dapat menentukan:
a) Aktivitas fotosintesis bagi jasad nabati, yang pada akhirnya menentukan kehidupan hewan dalam air. Proses fotosintesis tersebut adalah sebagai berikut: 6H2O + 6CO2  C6H12O6 + 6O2
b) Iklim (keadaan) cahaya pada kedalaman tertentu pada suatu perairan. Cahaya yang diserap ini menghasilkan panas yang sangat penting untuk proses kehidupan hewan dan tumbuhan