Home > Pengelolaan Kualitas Air > Kualitas Air Untuk Budidaya > Kebutuhan Kincir Dari Biomassa Udang

Kebutuhan Kincir Dari Biomassa Udang

Kincir air dipasang sesuai dengan kebutuhan minimal pada bulan pertama pemeliharaan. Pada bulan kedua pemeliharaan, total kincir harus sudah terpasang sesuai dengan target produksi berdasarkan data SR terakhir. Sebuah tambak tidak memerlukan kincir hingga produksi biomassa udang mencapai 500 kg/Ha dengan pertumbuhan normal. Kincir dapat tidak dipasang pada biomassa 700 kg/ha dengan pertumbuhan lambat.

Untuk pertumbuhan tetap normal, kincir dipasang setelah biomassa > 500 kg/ha dengan perhitungan bahwa 1 kincir 1.5 HP dapat menunjang kehidupan 250 kg – 300 kg udang bila dasar tambak sudah tua atau tidak dapat dibersihkan. Satu kincir dapat menunjang kehidupan hingga 400 kg bila dasar dapat dibersihkan.

Kebutuhan kincir dari kejenuhan oksigen di air.
Berdasarkan kandungan oksigen terlarut, kincir di tambak dihidupkan hanya ½ jumlah total pada bulan ke tiga hingga ke empat apabila tingkat kejenuhan di atas 100 % jenuh. Kincir harus seluruhnya dihidupkan apabila tingkat kejenuhan hanya mencapai 50 %. Tingkat kejenuhan dihitung dengan mencocokkan kelarutan oksigen terukur (DO), salinitas, temperatur dengan tabel kejenuhan. Angka yang terukur
dibagi angka seharusnya di Tabel dan dikalikan 100 % = tingkat kejenuhan di air pada saat itu (%).

Arah kincir air harus dipasang sesuai dengan :
1. Arah pengendapan antar masing masing kincir berjarak 12 – 15 m
2. Arah pembuangan lumpur (pintu air) harus lebih besar dari 15 m
3. Kriteria pemasangan kincir yang benar
4. Tidak ada pengendapan lumpur halus di dasar tambak lebih dari 10 cm
5. Redox potensial tanah tidak mencapai – 250 mV 70 % wilayah tambak di dasar, memiliki DO minimum lebih dari 4 ppm

Penggunaan blower sebagai pemasok oksigen terlarut.
Dewasa ini telah tersedia berbagai jenis blower yang dapat dipergunakan sebagai pemasok oksigen di tambak dengan hasil kelarutan oksigen yang lebih efisien per satuan tenaga yang diperlukan sebagai penggerak mesin. Blower untuk keperluan aerasi ditambak tersedia dalam tiga bentuk umum :
1. Rotary Blower/Rootblower, merupakan blower dengan tenaga yang kuat untuk tambak/ bak dengan kedalaman > 1 m dan untuk memompa untuk jarak yang jauh serta titik yang banyak. Pada umumnya jenis ini dipakai di pembenihan atau di unit pengolahan air minum namun sangat baik untuk dipergunakan di tambak

2. Vortex Blower, alat ini berprinsip putaran cepat akan menghasilkan volume angin yang banyak, hanya kelemahannnya adalah suaranya yang bising dan tekanan yang rendah < 60 cm dalam serta jarak tiup udaranya yang terbatas

3. TurboJet, merupakan blower khusus tambak yang dapat digerakkan oleh motor listrik maupun langsung dari penggerak diesel (dengan resiko menghisap asap)

Pemasangan blower di tambak bisanya melalui pipa utama 2 inch dengan cabang sekunder 1 inch dan pipa terakhir berukuran ¾ inch. Lubang aerasi masing masing berjarak 3 m dan antar pipa terakhir berjarak 5 m. Lubang aerasi adalah pipa yang dibor dengan mata bor berukuran terkecil dan menghadap ke dasar tambak. Efektivitas blower akan lebih efektif bila di kombinasikan dengan kincir air untuk mengatur sedimentasi agar terkumpul di titik tengah. Di Thailand blower dipasang di belakang kincir berangkai sehingga udara yang dihasilkan didorong oleh kincir.