Kekentalan Fisika Air

Kekentalan air merupakan sifat fisika air yang tidak boleh diabaikan. Hal ini merupakan akibat dari tahanan gesekan yang ditimbulkan oleh suatu zat cair pada benda bergerak. Besarnya tahanan gesekan ini sebanding dengan:
a) Luas permukaan benda yang berhubungan dengan air.
b) Kecepatan gerak benda.
c) Konstanta yang tergantung pada suhu dan sifat-sifat zat cair.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kekentalan air, antara lain adalah suhu. Faktor suhu sangat berpengaruh terhadap kekentalan air, jika suhu naik, maka kekentalan air akan menurun,sehingga kekentalan air pada suhu 0ºC dua kali lebih besar daripada suhu 25ºC pada keadaan faktor lainnya sama (Tabel 2). Jasad plankton pada suhu 25ºC akan tenggelam dua kali lebih cepat daripada 0ºC.

Tabel 2. Hubungan antara kekentalan air dengan suhu.
image

Kekentalan air kira-kira 100 kali lebih besar dari pada udara, maka hewan-hewan air harus mengatasi tekanan yang lebih besar jika dibandingkan dengan hewan yang hidup di udara. Hal ini menunjukkan bahwa kekentalan air dapat menentukan:
a) Kebiasaan hidup organisme.
b) Bentuk tubuh (morfologi) dari hewan air.
c) Penggunaan energi oleh hewan-hewan air.
d) Merupakan penghalang besar bagi pergerakannya.

Tegangan Permukaan Air
Tegangan permukaan air timbul akibat aktivitas molekul-molekul air yang tidak seimbang pada dan di bawah permukaan air. Molekul-molekul air itu mempunyai daya tarik menarik terhadap molekul-molekul tetangganya,walaupun mereka mempunyai kecenderungan untuk bergerak sendiri-sendiri. Dalam fase cair, daya tarik-menarik masih cukup besar sehingga molekul-molekul zat cair itu masih tetap ingin berkumpul, yang dinamakan adanya sifat kohesi di dalam cairan tersebut.

Pada bagian permukaannya yang berhubungan dengan udara, ada beberapa molekul air yang melepaskan diri dari ikatannya dengan molekul-molekul yang lain yang disebut dengan penguapan. Daya tarik-menarik terhadap tiap-tiap molekul tersebut ke setiap penjuru, rata-rata adalah sama. Hanya terhadap molekul-molekul yang berdekatan pada permukaan sajalah tidak demikian halnya. Di situ hanya ada tarik-menarik yang menuju ke dalam cairan dan yang menuju ke samping saja, dan daya itu menyebabkan suatu tegangan di lapisan permukaan air tersebut.

Pada permukaan air ini akan ada suatu tegangan juga yang membentuk semacam “kulit” permukaan. Binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang ringan dapat berjalan atau bergerak di atas “kulit” permukaan air ini.