Home > Tanah Pertanian > Peranan Tanah > Keragaman Fungsi Tanah

Keragaman Fungsi Tanah

Keempat komponen pembentuk tanah memiliki peran penting dalam menunjang fungsi tanah sebagai media tumbuh. Perbedaan keempat komponen tanah ini akan berdampak terhadap keragaman fungsi tanah sebagai media tumbuh. Udara tanah misalnya berfungsi sebagai sumber gas yang dibutuhkan oleh tanaman, antara lain:

1. Sebagai sumber oksigen (O2) yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran tanaman untuk aktivitas respirasi. Hasil aktivitas respirasi akan melepaskan CO2. Bagi mikrobia autotrofik yang memanfaatkan bahan organik, maka CO2 akan digunakan sebagai sumber energi untuk proses oksidasi enzimatik dalam penguraian bahan organik dan melepaskan unsur hara.

2. Karbondioksida (CO2) yang dilepaskan akar tanaman akan dimanfaatkan oleh mikrobia fotosintetik.

3. Nitrogen (N2), akan dimanfaatkan oleh mikrobia pengikat N, dan dapat menyuplai N dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan.

4. Beberapa jenis gas dalam tanah seperti CO2, N2, NH3, H2 dan gas-gas lainya baik yang berasal dari proses penguraian bahan organik maupun berasal dari sisa-sisa pestisida atau limbah industri, jika kandungannya tinggi dapat menjadi racun bagi akar tanaman, maupun bagi mikrobia tanah. Bila kondisi aerasi tanah baik, maka sirkulasi udara baik akan memungkinkan terjadi pertukaran gas-gas ini dengan O2 dari atmosfer, sehingga aktivitas mikrobia autotrofik yang berperan penting dalam penyediaan unsur-unsur hara menjadi terjamin dan bahaya keracunan gas-gas tersebut dinetralkan.

Air tanah merupakan bagian penting tanaman dan makhluk hidup tanah. Sebagian besar ketersediaan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan air, bahkan unsur-unsur dapat bergerak seperti N, K dan Ca dapat diserap tanaman melalui bantuan mekanisme aliran massa air sampai ke permukaan akar dan ditransportasikan ke daun. Oleh karena itu, jika tanaman mengalami kekurangan air, maka tanaman akan layu dan juga akan mengalami kekurangan unsur hara.

Untuk menghasilkan 1 gram biomasa kering, tanaman membutuhkan sekitar 500 gram air, dimana 1%nya mengisi setiap unit sel-sel tanaman. Bahan organik dan mineral tanah merupakan gudang dan penyedia unsur hara bagi tanaman dan makluk hidup dalam tanah. Bahan mineral dalam bentuk partikel merupakan penyusun ruang pori tanah yang tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air, tetapi juga sebagai ruang untuk masuknya akar tanaman ke dalam tanah yang lebih dalam, sehingga akar berkembang dengan baik.

Bila kondisi ruang pori tanah menurun, maka perkembangan sistem perakaran tanaman tidak berkembang dengan normal, akibatnya pertumbuhan tanaman terganggu. Bahan organik merupakan sumber energi, karbon dan hara bagi makhluk hidup yang bertugas sebagai pengurai senyawa organik, sehingga dengan adanya bahan organik akan sangat menentukan populasi dan aktivitasnya dalam membebaskan unsur hara yang ada dalam bahan organik tersebut.

Dalam kondisi yang ideal perakaran tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan dengan baik dalam arah horizontal dan vertikal sejauh beberapa cm per hari, sehingga tanaman jagung dewasa yang ditanam berjarak 100 cm dapat mempunyai sistem perakaran yang saling bersentuhan dengan kedalaman lebih dari 2 meter. Bahkan tanaman alfalfa diketahui dapat mencapai kedalaman sampai 7 meter. Perakaran tanaman kedelai dapat masuk ke dalam tanah hingga 35 cm ke arah samping dan 1 meter ke arah vertikal.

Makin berkembangnya sistem perakaran maka, makin banyak unsur hara dan air yang dapat diserap tanaman, sehingga makin terjamin kebutuhannya selama proses pertumbuhan dan produksinya, dan akhirnya tanah pertanian semakin produktif. Produktivitas tanah pertanian diartikan sebagai kemampuan tanaman yang diusahakan dalam suatu areal dengan luas tertentu dibawah pengelolaan yang baik untuk menghasilkan produksi dalam suatu waktu tertentu, yang dinyatakan dalam satuan bobot per luasan per waktu.