Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Konservasi Tanah dan Air Secara Mekanik

Konservasi Tanah dan Air Secara Mekanik

Guludan adalah tumpukan tanah yang dibuat memanjang menurut arah garis kontur atau memotong arah lereng (Sitanala Arsyad 1989). Guludan biasanya dibuat oleh para petani dengan tinggi tumpukan tanah antara 20 – 50 cm dan lebar dasar antara 30 – 60 cm. Di daerah Warung Buncir atau sekitar Cinagara para petani guludan-guludan ditanami jagung, kacang-kacangan dan ketela pohon. Mereka dapat memanen secara berurutan karena kacang-kacangan bisa dipanen sekitar 70 hari, jagung bisa dipanen 70 hingga 110 hari dan ketela pohon dipanen pada umur 300 hari ( 10 bln) hingga 360 hari (12 bln).

Cara bertani seperti ini dari segi konservasi tanah dan air menguntungkan karena pengolahan tanah secara intensif berkurang intensitasnya.
image
Gambar 20. Guludan Mangrove

Hutan bakau (mangrove) memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah banjir. Sayangnya, banyak kawasan hutan bakau di Indonesia rusak karena terendam air masin akibat abrasi di pinggir pantai. Kerusakan ini dapat menyebabkan banjir lokal di kawasan pinggiran pantai, seperti yang pernah terjadi di kawasan jalan tol menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, saat terjadi hujan deras. Pelestarian dan penanaman kembali hutan bakau pada lahan yang tergenang air masin perlu dilakukan untuk mencegah banjir.

Teknik guludan dapat dipilih untuk melakukan hal tersebut, khususnya untuk lahan yang tergenang air cukup dalam dan berarus tenang, maupun yang berarus deras. Caranya dengan membuat petak-petak tanah sebagai media tumbuh tanaman bakau.

Dimana teras gulud cocok diterapkan?
• Kemiringan lahan antara 10-40%, sedang pada kemiringan 40-60% bisa dibuat tetapi seringkali kurang efektif.
• Kondisi tanah-tanah agak dangkal (> 20 cm), tetapi mampu meresapkan air dengan cepat.

Bagaimana cara pembuatan dan pemeliharaannya guludan?
• Buat garis kontur sesuai dengan jarak atau besarnya gulud interval tegak (IV = interval vertical) yang diinginkan.
• Pembuatan guludan dimulai dari lereng atas dan berlanjut ke bagian bawahnya.
• Teras gulud dengan saluran airnya dibuat membentuk miring atau dengan sudut 0,1- 0,5% dengan garis kontur menuju ke arah saluran pembuangan air.
• Saluran air digali dan tanah hasil galian ditimbun di bagian bawah lereng dijadikan guludan.
• Tanami guludan dengan rumput penguat seperti yang memiliki perakatan tebal misalnya rumput gajah, rumput setaria agar guludan tidak mudah rusak.
• Saluran pembuangan air ( SPA ) perlu diperkuat rumput-rumputan juga agar kuat /aman.