Home > Tanah Pertanian > Peranan Tanah > Mekanisme Pembentukan Struktur Tanah

Mekanisme Pembentukan Struktur Tanah

Struktur tanah dapat mulai berkembang dari butiran tunggal sampai bentuk masif. Apabila berasal dari butir-butir tunggal, maka perkembangannya dimulai dari pengikatan partikel-partikel tanah membentuk gerombol (cluster) yang kemudian menjadi ped. Ada lima mekanisme utama yang menyatukan partikel-partikel ini, yaitu :
1. Aktivitas penetrasi akar pada saat berkembang.
2. Pergerakan air yang mengikuti arah perkembangan akar menyebabkan terjadinya pengikisan dan pemecahan tanah yang kemudian memicu pembentukan ped.
3. Aktivitas keluar masuknya fauna tanah.
4. Pembasahan dan pengeringan yang mengembang dan mengerutkan partikel-partikel.
5. Pencairan, pembekuan, mengembang dan mengerutkan partikelpartikel.

Bongkah (ped) tanah yang terbentuk, harus stabil, dan kestabilan ped yang terbentuk tergantung pada dua kondisi, yaitu:
a. Keutuhan tanah permukaan pada saat rehidrasi, dan kekuatan ikatan antar koloid-partikel di dalam ped pada saat basah,
b. Ketahanan ped ini dapat ditentukan melalui metode penyaringan basah.

Dalam metode ini, tanah kering diletakkan dalam saringan kemudian dicelupkan ke dalam air, air segera meresap dan mendesak udara yang terperangkap di ruang-ruang pori tanah, ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini akan pecah dan rusak, turun lewat lobang-lobang saringan. Ped-ped yang tertinggal merupakan ped yang stabil terhadap air.

Secara umum terdapat tiga kelompok bahan koloidal (berdiameter <1 μm) yang bertindak sebagai bahan perekat, partikel-partikel dalam proses pembentukan agregat tanah, yaitu: (1) mineral liat koloid, (2) oksida besi dan mangan koloidal, dan (3) bahan organik koloid, termasuk hasil aktivitas dan perombakan sel-sel mikrobia. Pada saat air menguap, maka lempeng-lempeng liat akan berdekatan dan dibantu oleh bahan perekat, maka terjadilah penggumpalan (agregasi).
image
Gambar 1.32. Sketsa Mekanisme Agregasi Tanah

Berdasarkan penjelasan di atas, maka peranan struktur tanah sangat penting bagi dunia pertanian dan pertumbuhan tanaman. Tanpa struktur tanah yang baik, pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman akan terganggu. Bagaimana cara untuk mengetahui struktur tanah yang ada di lapangan? Dan bagaimana struktur tanah yang ada di suatu lahan pertanian. Untuk menjawab pertanyaan tersebut haruslah dilakukan pengamatan di lapangan melalui kegiatan praktikum pengamatan struktur tanah.