Organisme Perifiton

Istilah perifiton diartikan sebagai sekumpulan organisme (berukuran mikro) yang menempel atau menetap pada suatu substrat. Sedangkan pada literature berbahasa jerman, istilah Aufwuchs dipakai untuk menggantikan istilah perifiton karena memiliki arti yang lebih luas. Aufwuchs adalah sekumpulan organisme yang menempel atau menentap pada suatu substrat, termasuk didalamnya kelompok organisme hewani atau nabati yang bergerak lambat (merayap atau merangkak) pada substrat tersebut. Kelompok ini, tidak seperti bentos, tidak dapat menembus substrat.

Pada tulisan ini akan digunakan perifiton, karena hanya kelompok organisme yang tetap melekat saja yang terambil ketika substrat diangkat dari air pada waktu pengambilan sampel, sedangkan kelompok lainnya (sebagaimana definisi kelompok aufwuchs) akan terlepas atau lari dari substrat. Berdasarkan tipe substrat tempat menempelnya perifition dapat digolongkan :
1. Epiphytic, yaitu organisme perifiton yang menempel pada bagian-bagian dari tumbuhan, misalnya pada daun, batang atau akar dari tumbuhan air
2. Epizoich, yaitu organisme perifiton yang menempel pada bagian tubuh hewan air, misalnya pada sisik ikan, cangkang penyu, dan sebagainya.
3. Epipelic, yaitu organisme perifiton yang menempel pada lumpur di dasaran perairan
4. Epilitic, organisme perifiton yang menempel pada batu-batuan
5. Episammic, organisme perifiton yang menempel pada butiran-butiran pasir, misalnya pada butiran pasir di pantai atau di sungai.
image
Gambar. Perifiton Halophila sp

Selain dipengaruhi oleh tipe substrat keberadaan perifiton, baik kelimpahan jenis maupun individu, banyak dipengaruhi oleh iklim, arus air, kekeruhan, suhu air dan adanya bahan pencemar di perairan. Oleh karena itu pengetahuan tentang perifiton disamping berguna untuk mengetahui produktifitas (kesuburan) suatu perairan juga dapat menjadi indikator dalam pencemaran air.