Organisme Plankton

Secara umum keberadaan plankton di perairan akan dipengaruhi oleh tipe perairannya (mengalir dan tergenang), kualitas kimia dan fisika perairan (misalnya: suhu, kecerahan, arus, pH, kandungan CO2 bebas, kandungan unsur-unsur hara), dan adanya kompetitor-kompetitor dan atau pemangsa-pemangsa plankton. Pada perairan tergenang (misalnya; kolam, rawa, situ, danau), keberadaan plankton akan berbeda dari waktu ke waktu (temporal differences) dan berbeda pula dalam menempati ruang atau kolom air (spatial differences).

Tabel 11. Plankton berdasarkan perbedaan ukuran
image_thumb

Sedangkan pada perairan mengalir unsur waktu dan ruang relative tidak berbeda nyata, kecuali jika ada kasus pencemaran sungai oleh aktifitas manusia. Berdasarkan jenisnya plankton dibedakan menjadi :
(1) Phytoplankton (tumbuhan) mendapat makanan dari difusi air dan beberapa mampu berfotosintesis, berperan sebagai produser primer dalam perairan. Cyanophyta, Chlorophyta dan Euglena adalah jenis fitoplankton yang melimpah di perairan tawar, sedangkan dinoflagellata dan pyrrophyta banyak terdapat di perairan laut.

Peran phytoplankton dalam perairan berperan sebagai :
(a) digunakan sebagai pakan alami hewan budidaya perairan
(b) dipakai untuk mengetahui iklim pada periode geologi yang berbeda dalam penentuan palaentologi (fosil) seperti cocolithopora dan diatom yang memiliki kulit (skeleton) yang mampu berperan mengidentifikasi daerah alami laut.
(c) Ciri spesifik spesies yang melimpah pada suatu daerah terentu digunakan sebagai indikator kesuburan perairan daerah tropis dan subtropics.
(d) Berperan sebagai indikator pencemaran sekunder, sebagai deteksi keberadaan zooplankton yang mengkonsumsinya.
(e) Pada perairan laut 100% fitoplankton dimakan oleh zooplankton, sedangkan di perairan laut hanya 10 % fitoplankton yang dimakan oleh zooplankton
image
Gambar 18. Plankton Fitoplankton

(2) Zooplankton (binatang) mampu bergerak secara horizontal dan vertical namun lemah, didominasi oleh crustacean dan cladosera. Zooplankton dapat juga digunakan sebagai indicator pencemaran. Zooplankton dibedakan menjadi 2 kelompok berdasarkan fase hidupnya yaitu :
(a) Holoplankton, organisme yang seluruh fase hidupnya memiliki sifat planktonik (contoh: Diatom, Dinoflagellata, Copepode)
(b) Meroplankton, organisme yang sebagian dari fase hidupnya bersifat planktonik sebelum berkembang menjadi nekton atau benthos (contoh: larva teripang, larva bintang laut, larva cacing laut)

Plankton dalam perairan berperan sebagai :
(a) Penyedia makanan pemula bagi seluruh konsumen: zooplankton & anak ikan
(b) Sumber oksigen terlarut (fotosintesis)
(c) Fondasi dari siklus makanan di perairan
(d) Indikasi pencemaran suatu perairan
image
Gambar 18. Plankton Zooplankton