Parameter Fisika Air

1) Warna air
Pada penentuan warna sejati, bahan-bahan tersuspensi yang dapat menyebabkan kekeruhan dipisahkan terlebih dahulu. Filtrasi (penyaringan) bertujuan menghilangkan materi tersuspensi dalam air tanpa mengurangi keaslian warna air. Sentrifugasi mencegah interaksi warna dengan material penyaring. Warna sejati tidak dipengaruhi oleh kekeruhan. Warna perairan dapat dipakai (tidak selamanya) sebagai parameter apakah suatu perairan sudah tercemar atau belum.

Warna perairan dapat pula dipengaruhi oleh biota yang ada didalamnya, misalnya algae, plankton dan tumbuhan air. Air sungai pada umumnya berwarna bening sampai kecoklatan, hal ini karena dipengaruhi oleh adanya pencucian badan sungai itu sendiri dan kadungan suspensi didalamnya. Warna perairan diukur dengan metode organoleptik, pengamatan dengan kasat mata atau dengan Visual Comparation Method yaitu dengan cara membandingkan air sampel dengan warna standart yang dibuat dari unsur platinum (Pt) dan cobalt (Co).

satuan dari warna adalah unit PtCo. untuk kepentingan air minum sebaiknya memiliki nilai warna 5 – 15 PtCo. air sampel yang berasal dari danau dengan warna kuning kecoklatan memiliki nilai warna 200 – 300 PtCo. Semakin dalam kolom air maka akan menunjukkan nilai warna yang semakin tinggi, hal ini disebabkan karena adanya bahan organik yang terlarut di dasar perairan.

2) Intensitas Cahaya
Alat yang digunakan adalah Lux meter. Dimana alat tersebut disimpan di atas permukaan air laut kemudian dicatat nilai yang ada pada Lux meter.

3) Suhu
Suhu air diukur dengan menggunakan thermometer yaitu dengan cara mencelupkan sampai 3/4 panjang thermometer ke dalam air. Diusahakan agar tubuh tidak menyentuh thermometer karena suhu tubuh dapat mempengaruhi suhu pada thermometer. Setelah itu didiamkan beberapa menit sampai dapat dipastikan tanda penunjuk skala berada dalam kondisi tidak bergerak. Kemudian menentukan nilai suhu yang ditunjukkan pada thermometer tersebut dan mencatat hasilnya. Bila suhu perairan semakin tinggi maka kadar O2 yang terlarut akan semakin rendah, demikian pula sebaliknya. Cara Kerja :
o Dicatat suhu udara sekitar
o Untuk air permukaan : Termometer dicelupkan ke dalam perairan, ditunggu beberapa menit. Diangkat dan dicatat suhunya.
o Untuk air di bawah : Sampel diambil dalam botol, kemudian termometer dicelupkan ke dalam air tersebut, ditunggu beberapa menit. Diangkat dan dicatat suhunya.

4) Kekeruhan
Untuk mengukur parameter kekeruhan dengan menggunaan turbidimeter dilakukan dengan cara :
o Botol yang berisi air sampel diaduk dengan cara dibolak-balik agar tidak terjadi endapan,
o Air sampel dipindahkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 20-30 ml
o Tabung reaksi dimasukkan ke dalam turbidimeter kemudian hasilnya dicatat.