Home > Pengelolaan Kualitas Air > Identifikasi Kualitas Air > Parameter Kekeruhan Warna Air

Parameter Kekeruhan Warna Air

Kekeruhan merupakan gambaran sifat optik air oleh adanya bahan padatan terutama bahan tersuspensi dan sedikit dipengaruhi oleh warna air. Bahan tersuspensi ini berupa partikel tanah liat, lumpur, koloid tanah dan organisme perairan (mikroorganisme). Padatan tersuspensi tidak hanya membahayakan ikan tetapi juga menyebabkan air tidak produktif karena menghalangi masuknya sinar matahari untuk fotosintesa.
Kekeruhan air atau sering disebut turbidty adalah salah satu parameter uji fisik dalam analisis air.

Tingkat kekeruhan air umumnya akan diketahui dengan besaran NTU (Nephelometer Turbidity Unit) setelah dilakukan uji aplikasi menggunakan alat turbidimeter. Apabila bahan tersuspensi ini berupa padatan organisme, maka pada batas-batas tertentu dapat dijadikan indikator terjadinya pencemaran suatu perairan. Oleh sebab itu kekeruhan dapat mempengaruhi/ menentukan:
a) Terjadinya gangguan respirasi,
b) Dapat menurunkan kadar oksigen dalam air,
c) Terganggunya daya lihat (visual) organisme akuatik
d) Terjadinya gangguan terhadap habitat.
e) Menghambat penetrasi cahaya ke dalam air
f) mengurangi efektifitas desinfeksi pada proses penjernihan air

Padatan tersuspensi berkorelasi positif dengan kekeruhan, semakin tinggi padatan tersuspensi yang terkandung dalam suatu perairan maka perairan tersebut senakin keruh. Kekeruhan pada perairan yang tergenang (lentik) lebih banyak disebabkan oleh bahan tersuspensi yang berupa koloid dan partikel-partikel halus, sedangkan pada sungai yang sedang banjir disebabkan karena adanya larutan tersuspensi yang terbawa arus air.

image
Gambar 6. Kekeruhan pada kolam budidaya