Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Pelaksanaan Rehabiltasi Lahan Dengan Mucuna

Pelaksanaan Rehabiltasi Lahan Dengan Mucuna

Persiapkan biji benih Mucuna yang daya tumbuhnya baik. Pada tanah yang akan direhabilitasi dilakukan pengolahan tanah pada permulaan musim hujan; bila hujan telah cukup penanaman biji dilakukan dengan cara ditugal. Dapat digunakan jarak tanam 20t x 20 cm setiap lubang tanam ditanam dua benih. Dilakukan pemupukan awal dengan TSP sebanyak 25 ton/ha dan setelah berumur dua hulan biasanya tanaman Mucuna sudah tampak subur.

Tanaman tersebut perlu dibiarkan selama 8 bulan sementara biji yang dihasilkan dapat dipanen. Pada umur tanaman 8 bulan Mucuna dibabat, dan bahan hijauan sebagai mulsa atau dibenamkan ke dalam tanah sewaktu pengolahan tanah.
Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape)
Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape) mengikuti kebutuhan air yang sama sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan tanaman. Teknik konservasi lahan kritis seperti ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air yang sama dalam satu landscape. Pengelompokkan tanaman tersebut akan memberikan kemudahan dalam melakukan pengaturan air. Air irigasi yang dialirkan hanya diberikan sesuai kebutuhan tanaman sehingga air dapat dihemat.
image
Gambar 16. Bentangan alam lanskap

Lanskap memiliki arti yang luas, namun orang-orang awam mengartikan lanskap sebagai taman atau pertamanan. Simonds (1983) menyatakan lanskap merupakan suatu bentang alam dengan karakteristik tertentu yang dapat dinikmati oleh seluruh indera manusia, dengan karakter yang menyatu secara alami dan harmonis untuk memperkuat karakter lanskap tersebut. Dalam hal ini indera manusia memegang peranan penting dalam merasakan suatu lanskap.

Menurut Morrow (1987) lanskap adalah permukaan bumi yang tidak dicakup oleh laut namun lebih sempit dari yang dapat diambil sekejap oleh mata termasuk kota-kota serta pedesaan dan padang gurun, halaman serta taman, tempat parkir serta taman atap bangunan, dan dapat diklasifikasikan sebagai buatan manusia atau alam. Dari beberapa pengertian lanskap tersebut dapat disimpulkan bahwa lanskap merupakan suatu bentang alam atau wilayah sejauh mata dapat memahami dalam satu tampilan, termasuk semua benda yang ada di dalamnya.

Simonds (1983) membedakan lanskap menjadi dua elemen yaitu lanskap utama dan lanskap penunjang. Lanskap utama merupakan bentuk lanskap alam, fitur, kekuatan yang sulit untuk diubah. Bentuk lanskap utama alam seperti pegunungan, lembah, dataran pantai, danau, laut, dan komponen lain yang didominasi topografi; fitur lanskap seperti hujan, salju, kabut, maupun suhu musiman; serta kekuatan lanskap seperti angin, pasang surut, erosi, radiasi surya, petir, dan gravitasi. Untuk lanskap penunjang merupakan elemen lanskap yang umumnya mudah untuk diubah seperti bukit, hutan, sungai, maupun rawa.