Home > Tanah Pertanian > Peranan Tanah > Penetapan Tekstur Tanah di Laboratorium

Penetapan Tekstur Tanah di Laboratorium

Tanah disusun dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian butir tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar tanah seperti kerikil, koral sampai batu pada waktu dianalisa dihilangkan terelebih dahulu, demikian juga dengan bahan organik yang ada dalam tanah, sehingga yang tersisa adalah fraksi-fraksi tanah yang berukuran kurang dari 2 mm. Bagian butir tanah yang berukuran kurang dari 2 mm disebut bahan halus tanah.

Bahan halus tanah dibedakan menjadi:
o Pasir (sand), yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,050 mm sampai dengan 2 mm.
o Debu (silt), yaitu butir tanah yang berukuran antara 0,002 mm sampai dengan 0,050 mm.
o Liat (clay), yaitu butir tanah yang berukuran kurang dari 0,002 mm.

Penetapan tekstur di laboratorium dapat dilakukan dengan analisa mekanis. Adapun 2 metode yang sering digunakan untuk menentukan tekstur yaitu, (1) metode pipet dan (2) metode hydrometer. Dengan cara ini yaitu metode pipet atau metode hidrometer, keduanya didasarkan pada perbedaan kecepatan jatuhnya partikel-partikel tanah di dalam air dengan asumsi bahwa kecepatan jatuhnya partikel yang memiliki kerapatan (density) sama dalam suatu larutan akan meningkat secara linear apabila radius partikel bertambah secara secara kuadratik.

Proses ini terdiri atas pendispersian agregat tanah menjadi butir-butir tunggal dan kemudian diikuti dengan sedimentasi atau pengendapan. Asumsi ini diformulasikan oleh Stokes sebagai berikut:
image
Dimana :
v : kecepatan jatuhnya partikel (cm/detik)
g : percepatan gravitasi (cm/detik)
dp: kerapatan partikel
d : kerapatan larutan (g/cm3)
r : radius partikel (cm)
n : viskositas absolut larutan (dyne detik/cm2)

Melalui metode hidrometer fraksi-fraksi tanah dibedakan berdasarkan waktu kecepatan jatuh, yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
a. Fraksi pasir merupakan partikel yang turun ke dasar suspensi dalam waktu kurang dari 40 detik,
b. Fraksi debu turun antara 40 detik hingga hampir dua jam, dan
c. Sisanya yang masih tersuspensi merupakan fraksi liat.
image
Gambar 1.7. Penentuan Tekstur Tanah dengan Metode Hidrometer

Persentasi hasil penetapan masing-masing fraksi tanah ini kemudian dicocokkan dengan pada segitiga tekstur, Gambar 1.7. Misalkan suatu tanah setelah dilakukan analisa dengan cara hydrometer ternyata mengandung 50% pasir, 20% debu, dan 30% liat. Untuk menentukan jenis tekstur tanah tersebut dapat dilakukan dengan mencocokkan data hasil analisa ketiga fraksi tanah tersebut pada gambar segi tiga tekstur. Adapun cara menentukan klas tekstur tanah adalah sebagai berikut : 

  • Dari gambar segitiga tekstur dapat dilihat bahwa pada sudut kanan bawah segitiga menggambarkan 0% pasir dan sudut kirinya 100% pasir. Temukan titik 50% pasir pada sisi dasar segitiga dan dari titik ini tarik garis sejajar dengan sisi kanan segitiga (ke kiri atas). 
  • Kemudian temukan titik 20% debu pada sisi kanan segitiga. Dari titik ini tarik garis sejajar dengan sisi kiri segitiga, sehingga garis ini berpotongan dengan garis pertama. 
  • Kemudian temukan titik 30% liat dan tarik garis ke kanan sejajar dengan sisi dasar segitiga sehingga memotong dua garis sebelumnya.

Dari perpotongan ketiga garis ini, ditemukan bahwa tanah ini mempunyai kelas tekstur lempung liat berpasir.