Home > Pengelolaan Kualitas Air > Sampel Kualitas Air > Pengambilan Sampel Air Danau atau Waduk

Pengambilan Sampel Air Danau atau Waduk

Pada titik pengambilan sampel air danau atau waduk ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan sebagai berikut;

  • Pada danau atau waduk dengan kedalaman kurang dari 10 m, sampel air diambil dari dua titik, yaitu di permukaan dan di dasar danau/waduk
  • Pada danau atau waduk dengan kedalaman antara 10 m – 30 m, sampel diambil pada tiga titik, yaitu dipermukaan, lapisan termoklin, dan di dasar danau
  • Pada danau atau waduk dengan kedalaman antara 30 m – 100 m, sampel diambil pada titik, yaitu permukaan, lapisan termoklin (metalimnion), di atas lapisan hipolimnion, dan dasar danau/waduk
  • Pada danau atau waduk dengan kedalaman lebih dari 100 m, titik pengambilan sampel air dapat diperbanyak sesuai dengan keperluan.

Teknik Pengambilan Sampel Air
Teknik pengambilan sampel air permukaan harus disesuaikan dengan keperluannya, karena masing-masing teknik berbeda dalam pengambilan sampel dan penanganannya. Berikut dibawah ini teknik pengambilan sampel untuk berbagai keperluan :

Untuk pemeriksaan sifat fisika dan kimia air :

  • Siapkan alat pengambil sampel yang sesuai dengan keadaan sumber air;
  • Bilas alat dengan sampel yang akan diambil;
  • Ambil sampel sesuai dengan keperluan dan campurkan dalam penampung sementara hingga merata;
  • Apabila sampel diambil dari beberapa titik, maka volume sampel yang diambil dari setiap titik harus sama.

Untuk pemeriksaan oksigen terlarut :
a) Tahapan pengambilan sampel yang dilakukan secara langsung :
(1) Siapkan botol BOD volume ± 300 mL yang bersih dan bertutup asah;
(2) Celupkan botol dengan hati-hati,
(3) Isi botol sampai penuh, hindari terjadinya turbulensi dan gelembung udara pada saat pengisian botol; kemudian ditutup,
(4) Sampel siap untuk dianalisis.

b) Alat pengambilan khusus
Sampel air diambil sesuai dengan prosedur pemakaian alat tersebut.

Untuk pemeriksaan mikrobiologi :
a) Pada air permukaan secara langsung
(1) Siapkan botol yang volumenya 100 mL dan telah disterilkan pada suhu 120°C selama 15 menit atau dengan cara strerilisasi lain;
(2) Pegang bagian bawah botol dan celupkan ± 20 cm di bawah permukan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran.

b) Pada air permukaan secara tidak langsung dari jembatan
(1) Siapkan botol steril yang tutupnya terbungkus kertas aluminium;
(2) Ikat botol dengan tali dan pasang pemberat di bagian dasar botol;
(3) Buka tutup botol dan turunkan botol perlahan-lahan ke dalam permukaan air;
(4) Tarik tali sambil digulung;
(5) Buang sebagian isi botol hingga volumenya ±¾ volume botol;
(6) Bakar bagian mulut botol, kemudian botol tutup lagi.

c) Untuk air tanah pada sumur gali
Tahapan pengambilan sampel air sama dengan pada air permukaan

d) Air tanah pada kran air
(1) Siapkan botol steril yang tutupnya terbungkus kertas aluminium;
(2) Buka kran dan biarkan air mengalir selama 1 – 2 menit;
(3) Sterilkan kran dengan cara membakar mulut kran sampai keluar uap air;
(4) Alirkan lagi air selama 1 – 2 menit;
(5) Buka tutup botol dan isi sampai ±¾ botol;
(6) Bakar bagian mulut botol, kemudian botol ditutup.