Home > Pengelolaan Kualitas Air > Identifikasi Kualitas Air > Pengaruh Yang Ditimbulkan pH Air

Pengaruh Yang Ditimbulkan pH Air

pH air mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh hewan budidaya. Pada pH rendah kandungan oksigen terlarut akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktifitas pernafasan menurun, aktifitas pernafasan naik dan selera makan akan berkurang, hal sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasar ini maka usaha budidaya perairan akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 – 9,0 dengan kisaran optimal 7,5 – 8,7.

Tabel 4. Hubungan antara pH air dan kehidupan ikan budidaya
image

a) Oksigen terlarut (DO)
Oksigen sangat penting karena dibutuhkan oleh organisme perairan. Kebutuhan akan oksigen terlarut bagi jenis dan stadium (fase) kehidupan ikan berbeda-beda. Demikian pula dalam lingkungan yang sama,kebutuhan akan oksigen berbeda-beda tergantung pada jenis ikannya. Pada umumnya kebutuhan akan oksigen pada stadium dini lebih tinggi daripada stadium yang lanjut. Batas-batas kritis bagi ikan sangat tergantung pada aklimatisasi dan faktor-faktor lingkungan lainnya.

Oksigen terlarut diperlukan oleh hampir semua bentuk kehidupan akuatik untuk proses pembakaran dalam tubuh.Beberapa bakteri dan binatang dapat hidup tanpa O2 (anaerobik) sama sekali; lainnya dapat hidup dalam keadaan anaerobik hanya sebentar, tetapi memerlukan penyediaanO2 yang berlimpah setiap saat. Kebanyakan dapat hidup dalam keadaan kandungan O2 yang rendah sekali, tapi tak dapat hidup tanpa O2 sama sekali.

Keadaan oksigen dalam air sangat mempengaruhi kehidupan organisme, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan keadaan oksigen dalam air sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah suhu.

b) Sumber oksigen terlarut
Oksigen terlarut dalam air diperoleh dari:
1. Langsung dari udara.
Penyerapan oksigen dari udara dapat dengan melalui dua cara yaitu:
 Dengan difusi langsung dari atmosfir (udara),
 Dengan melalui pergerakan air yang teratur seperti gerakan gelombang, air terjun dan perputaran (rotasi) air.
2. Hasil fotosintesis dari tanaman berklorofil.
Aktivitas tanaman berklorofil melepaskan oksigen langsung ke dalam air melalui asimilasi karbondioksida(fotosintesis) sebagai berikut:
image

Jumlah oksigen yang diperoleh dari hasil fotosintesis tumbuhan tergantung pada dua faktor yaitu:
 Jumlah tanaman air dalam suatu perairan (konsentrasi fitoplankton dalam air).
 Lamanya cahaya yang efektif diterima oleh tanaman air.
image
Gambar 16. Kincir angin yang berfungsi untuk pengadukan, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kadar oksigen dalam air

Di perairan-perairan umum, pemasukan oksigen ke dalam air itu dibawa pula oleh aliran air yang masuk. Aliran air ini akan mengaduk-aduk air, sehingga mendorong proses difusi yang telah dibicarakan di atas. Air yang mengalir, walaupun debitnya kecil, membawa oksigen baru yang sudah larut air yang datang dari tempat lain. Hujan yang jatuh pun ikut menambah pemasukan oksigen ke dalam air.

Biasanya, jatuhnya hujan itu mengakibatkan turunnya suhu juga. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kemampuan air untuk mengikat oksigen lebih banyak. Selain itu, hujan akan menambah volume air yang sekaligus juga menambah oksigen terlarut pada perairan tersebut.