Pengertian Bendungan

Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kebanyakan dam juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.
image
Gambar 36. Bendung

Bendungan (dam) dan bendung (weir) sebenarnya merupakan struktur yang berbeda. Bendung (weir) adalah struktur bendungan berkepala rendah (lowhead dam), yang berfungsi untuk menaikkan muka air, biasanya terdapat di sungai. Air sungai yang permukaannya dinaikkan akan melimpas melalui puncak / mercu bendung (overflow). Dapat digunakan sebagai pengukur kecepatan aliran air di saluran / sungai dan bisa juga sebagai penggerak pengilingan tradisional di negara-negara Eropa.

Di negara dengan sungai yang cukup besar dan deras alirannya, serangkaian bendung dapat dioperasikan membentuk suatu sistem transportasi air. Di Indonesia, bendung dapat digunakan untuk irigasi bila misalnya muka air sungai lebih rendah dari muka tanah yang akan diairi.
image
Gambar 37. Bangunan bendung pada DAS

image
Gambar 38. Bendung Katulampa Bogor

Bangunan pengelak adalah bangunan utama yang benar-benar dibangun didalam air. Bangunan pengelak diperlukan untuk memungkinkan dibelokannya air sungai ke jaringan irigasi dengan jalan menaikkan muka air disungai atau dengan memperlebar pengambilan didasar sungai seperti pada tipe bendung saringan sawah (bottom rock weir). Bangunan bendung adalah sebuah ambang yang diletakan melintang diatas dasar sungai supaya permukaan air pada sungai tersebut menjadi lebih tinggi dari tinggi air semula.

Tetapi jika muka air sungai sudah cukup tinggi, dapat dipertimbangkan pembuatan pengambilan bebas bangunan yang dapat mengambil air dalam jumlah yang cukup banyak selama waktu pemberian air irigasi tanpa membutuhkan tinggi muka air yang tetap disungai. Untuk memperpanjang umur bendung atau yang sering kita sebut dengan pemeliharaan, kita dapat melakukan beberapa tindakan antara lain:
 – Dengan pemanfaatan terowongan, dibuat dengan ambang alam sehingga tahan terhadap gerusan sedimen dan tinggi muka air minimum masih tetap terjamin.
 – Dengan membersihkan daerah bangunan dari semua kotoran yang dapat mengganggu aliran air.
 – Dengan menambal bangunan yang bocor sehingga tidak menimbulkan terusan.

Untuk pengoperasian bendung diperlukan seorang operator yang bertugas mengoperasikan bendung sekaligus mengatur banyaknya debit alir yang disalurkan dengan arah penyaluran secara tepat, dan juga bertugas merawat bendung dan bangunan pelengkapnya. Pada dasarnya pengaturan bendung adalah pengaturan pintu sadap untuk mengalirkan pintu air kesaluran pengairan dan pengaturan pintu penguras pada setiap kali dibutuhkan pengurasan.