Pengertian Produk Antara

Akhir-akhir ini masyarakat mulai menyukai ikan dalam bentuk produk antara karena lebih praktis dan mudah diolah menjadi berbagai produk jadi. Pengertian umum produk antara adalah bagian dari ikan yang sudah mengalami perlakuan tertentu tetapi masih memiliki sifat seperti daging ikan segar. Beberapa produk antara yang telah dikembangkan dan disukai oleh masyarakat antara lain:
a. Fillet
Fillet adalah bagian daging ikan yang diperoleh dengan cara menyayat daging ikan arah sejajar dengan tulang belakang tanpa menyertakan bagian organ dalam, kepala, sirip, tulang dan daging berwarna merah. Ciri khas fillet ikan adalah putih bersih atau sesuai warna daging ikannya dan potongnya rapih. Oleh karena itu, fillet harus dibuat dengan pisau tajam dan dicuci bersih agar tidak terdapat noda darah yang dapat mempengaruhi penampakan.

Berdasarkan bentuknya,) membagi fillet menjadi dua jenis yaitu fillet berkulit (skin on) dan fillet tidak berkulit (skin less). Fillet dikelompokkan menjadi fillet tunggal (single fillet), yaitu fillet yang diambil dari satu bagian sisi ikan dan fillet ganda (block fillet), yaitu fillet yang diambil dari kedua sisi tubuh ikan dan kemudian digabungkan menjadi satu. Dibandingkan dengan ikan utuh, fillet lebih rentan terhadap penurunan kualitas. Hal ini disebabkan fillet sudah tidak memiliki pertahanan alami.

Oleh karena itu, untuk menghambat penurunan kualitas selama proses pembuatan fillet berlangsung, kebersihan lingkungan harus diperhatikan dan penerapan rantai dingin mutlak diperlukan agar diperoleh produk fillet dengan kualitas baik.
image
Gambar 2. Fillet Ikan Gidara

b. Loin
Loin merupakan produk antara yang mirip dengan fillet, hanya cara pembuatannya berbeda. Pembuatan loin disesuaikan dengan struktur daging dari ikan tersebut. Loin umumnya dibuat dari bahan baku ikan yang berukuran besar dan tubuh ikan berbentuk torpedo.
image
Gambar 3. Produk ikan Segar Utuh sampai Produk Olahannya

Tahapan Proses Penanganan Ikan Tuna di Tempat Transit Pembongkaran
Penanganan ikan tuna setelah penangkapan atau pasca panen memegang peranan sangat penting dalam memperoleh nilai jual ikan yang maksimal. Salah satu faktor yang menentukan nilai jual ikan tuna adalah tingkat kesegaran. Semakin segar ikan sampai ke tangan pembeli atau konsumen maka harga jual ikan akan semakin tinggi. Kesegaran ikan tuna dapat dilihat dari penampakan, bau, warna daging, serta teksturnya. Pada dasarnya, untuk mendapatkan ikan yang memenuhi tujuan ekspor diperlukan penanganan yang baik saat operasi penangkapan, pembongkaran (penanganan di pelabuhan), serta proses transportasinya.

Penanganan saat operasi penangkapan merupakan penanganan awal. Batasan penanganan ini adalah sejak ikan tertangkap sampai didaratkan di pelabuhan. Perlakuan ikan tuna saat penanganan diharapkan tidak menimbulkan kerusakan fisik, perubahan komposisi kimia dan mikrobiologi sehingga dapat memperlambat proses pembusukan. Penanganan ikan yang baik sangat diperlukan dalam upaya menjaga kualitas serta kesegaran ikan yang diperoleh.

Penanganan saat di pelabuhan (pembongkaran dan transit) merupakan penanganan lanjutan setelah ikan tiba di pelabuhan. Batasan penanganan ini adalah ikan sejak didaratkan sampai didistribusikan, baik untuk keperluan ekspor maupun pemenuhan kebutuhan lokal. Penanganan ikan pada saat pembongkaran dan pemindahan ke tempat transit dilakukan secara hati-hati, bersih, cepat dan dingin. Hal ini mengingat ikan merupakan produk yang mudah dan cepat membusuk jika tidak ditangani secara benar.