Home > Pengolahan Perikanan > Pengemasan Produk Ikan > Penggunaan Palet Dalam Distribusi

Penggunaan Palet Dalam Distribusi

Ukuran kemasan untuk produk yang diekspor perlu mempertimbangkan kemudahan transportasinya, terutama untuk komoditas yang proses bongkar muatnya selama distribusi menggunakan palet dan forklift (Anonim 2008). Palet merupakan media untuk memindahkan barang dalam jumlah besar dalam satu kesatuan dari satu lokasi ke lokasi lain secara efisien. Negara-negara maju telah menggunakan palet untuk mendukung distribusi produk secara efisien dengan sistem bongkar-muat barang dalam satu unit.

Palet memiliki peran penting dalam distribusi karena memudahkan proses pemindahan barang ke truk atau kontainer, baik dengan tenaga manusia maupun dengan forklift. Standar ISO mengenal enam ukuran palet sebagai ukuran standar di dunia, yaitu :

  • · 1.067 mm x 1.067 mm,
  • · 1.100 mm x 1.100 mm,
  • · 1.140 mm x 1.140 mm,
  • · 1.200 mm x 800 mm,
  • · 1.200 mm x 1.000 mm, dan
  • · 48″ x 40″ (1.219 mm x 1.016 mm) (Anonymous 2008b).

Setiap Negara memilih ukuran palet standar dengan alasan yang berbeda. Ukuran standar palet yang digunakan di beberapa negara disajikan pada Tabel 7.

Tabel 4. Beberapa Ukuran Palet menurut ISO untuk Sistem Bongkar Muat Barang dan Negara Penggunanya

Ukuran Palet (mm) Negara Pengguna
1200 x 800 Eropa, Singapura dan Cina
1140 x 1140 Beberaapa negara Eropa, Cina
1200 x 1000 Jerman, Belanda.Taiwan, Singapura,
Thailand, Cina, Indonesia
1219 x 1016 Amerika, Cina
1067 x 1067 Amerika, Kanada
1100 x 1100 Jepang, Taiwan. Korea, Singapura,
Thailand
Sumber : Lee (2005b)

 

Di negara-negara Asia, ukuran palet yang digunakan sangat beragam, meskipun beberapa di antaranya telah menggunakan standar ISO. Standar palet yang disarankan untuk grocery dan industry fast moving consumer goods di Asia adalah berukuran 1.200 mm x 1.000 mm, namun ukuran tersebut belum banyak digunakan. Dengan ukuran kemasan kardus yang beragam maka efisiensi penggunaan palet juga akan bervariasi. Efisiensi penggunaan areal palet yang ideal adalah 100%.

Menurut Lee (2005a), efisiensi muatan palet 90% atau lebih disebut good fit, efisiensi 80% termasuk average fit, dan efisiensi muatan 70% tergolong poor fit. Gambar 3 memberikan ilustrasi penataan kemasan dalam palet untuk memperoleh efisiensi yang maksimal.

Bahan kemasan yang biasa digunakan di dalam industri perikanan produk ikan segar dan ikan beku yang di ekspor antara lain : plastik tahan dingin, karton berlapis lilin dan styrofoam. Untuk lebih mengenal jenis bahan yang biasa digunakan oleh industri pengolahan ikan segar dan ikan beku, mari kita lakukan pengamatan terhadap bahan kemasan yang digunakan industri pengolahan ikan yang ada di sekitar daerah kalian.