Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Pengolahan Tanah (Tillage)

Pengolahan Tanah (Tillage)

Berbagai teknik konservasi tanah dan air pada metode mekanik tersebut diatas berfungsi untuk: memperlambat aliran air permukaan, menampung dan menyalurkan aliran air permukaan agar tidak merusak, memperbaiki dan memperbesar infiltrasi air dan aerasi tanah serta menyediakan air bagi tanaman. Yang dimaksud pengolahan tanah adalah setiap manipulasi/ rekayasa terhadap tanah untuk menciptakan keadaan tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Pengolahan tanah selain merupakan konservasi tanah ternyata juga mendorong terjadinya erosi karena tanah yang diolah juga mudah tererosi. Bila tanah yang diolah terkena air hujan dan tererosi maka permukaannya/pori-pori tanah juga segera tertutup dan akhirnya butiran tanah permukaan juga mudah tererosi. Oleh karena itu cara pengolahan tanah yang dapat menghindari erosi adalah:
 – Pengolahan tanah dilakukan seperlunya
 – Pengolahan tanah menurut garis kontur dan disertai penanaman.
 – Pengolahan tanah disertai dengan pembuatan Biophory

Selanjutnya dibawah iniakan diuraikan masing-masing kegiatan pengolahan tanah sebagai berikut:
 – Pengolahan tanah dilakukan seperlunya
Permukaan tanah yang diolah secara penuh berarti lebih gembur dimana ikatan antar patikel tanah terputus sehingga akan mudah terlarut bila ada aliran air. Namun demikian daya larut aliran air akan rendah bila pengolahannya tidak sampai gembur/penuh, misalnya sekedar membalikkan tanah atau mencangkul menjadi bongkahan-bongkahan tanpa menggemburkannya.
image
Gambar 17. Pengolahan tanah pada barisan yang ditanami

 – Pengolahan tanah mengikuti garis kontur dan disertai penanaman.
Pengolahan tanah dengan mencangkul mengikuti arah lereng tentu akan mendorong terjadinya alur-alur air yang menyebabkan erosi. Sangat berbeda kalau pengolahan tanah yang melintang mengikuti kontur karena aliran air permukaan menjadi lambat. Untuk meningkatkan aliran air permukaan maka penanaman tumbuhan (rumput dan atau pohon-pohonan) pada batas garis kontur akan meningkatkan infiltrasi dan memperkuat tanah.
image
Gambar 18. Pengolahan mengikuti kontur

Kalau kita di Pula. Jawa dan Pulau Bali bayak tanaman padi yang ditanam di daerah pegunungan dengan bentuk teras bangku yang cukup bagus karena dibuat mengikuti kontur. Pengolahan tanah seperti ini cukup baik dalam konteks pencegahan erosi. Tetapi di daerah Puncak Bogor, Dieng dan berbagai daerah lainnya masih terdapat pengolahan tanah yang mengikuti lereng terutama didaerah yang ditanami sayur-sayuran. Cara pengolahan tanah seperti ini sangat merugikan bagi konservasi tanah.

Pada saat hujan tiba hujan menghantam permukaan tanah yang gembur maka erosi juga akan terjadi dan aliran air permukaan makin lama makin tinggi. Karena pengolahan tanahnya melintang kontur maka air hujan yang jatuh dapat meluncur sebagai aliran permukaan dengan kecepatan dan jumlah yang makin besar.