Home > Pengelolaan Kualitas Air > Pengukuran Kualitas Air > Pengukuran Ammonia Dengan Metode Nessler

Pengukuran Ammonia Dengan Metode Nessler

Penentuan amonia-nitrogen digunakan metode Indophenol (metode phenate). metode ini memeberikan hasil yang baik untuk perairan air kolam. pereaksi yang digunakan adalah phenate (phenol), chlorox (oxidizing solution) dan mangan sulfat. phenol dan hypochlorit (chlorox) beraksi dalam kondisi larutan basa membentuk phenylquinone-monoimine yang selanjutnya akan bereaksi dengan ammonia menjadi indophenol yang berwarna biru. kepekatan warna biru sebanding dengan kadar amonia yang ada.

Diantara berbagai cara yang digunakan dalam menentukan ammonia, yang paling sederhana adalah cara Nessler langsung. Cara ini umum digunakan terhadap sampel yang diharapkan memiliki kandungan ammonia yang tinggi. Cara yang lebih teliti melibatkan destilasi ammonia dan penggunaan spektrofotometer.

Penentuan ammonia dengan pereaksi Nessler . Penentuan ammonia bergantung pada kenyataan bahwa ion ammonia (NH4+) memberikan warna coklat kekuningan dengan pereaksi Nessler, dan bahwa intensitas warna berbading langsung dengan jumlah ammonia yang ada.
(1) Pereaksi
Semua pereaksi yang dibuat dengan menggunakan ammonia bebas air

(2) Pereaksi Nessler
Larutkan 10 gram air raksa yodida anhidrat (HgI2) dan 7 gram kalium iodida anhidrat dalam sejumlah kecil air. Tambahkan campuran ini dengan pengadukan yang teratur kedalam larutan dingin 16 gram NaOH dalam 50 ml ammonia bebas air. Encerkan sampai 100 ml . Simpan dalam botol gelap.Apabilaraksayodida tidak adadapat pula dibuar pereaksi nessler dengan menggunakan raksa klorida seperti dibawah ini.

Larutkan 50 gram KI dalam 35 ml ammonia bebas air . Tambahkan larutan jenuh raksa klorida sampai terdapat sedikit endapan. Buatlah larutan KOH 9 N. Biarkan jernih melalui pengendapan, Tambahkan 400 ml larutan KOH 9 N yang jernih kedalam campuranlarutan kaliun yodida raksa klorida. Encerkan menjadi 1 liter. Biarkan sampai jernih. Simpanlah dalam botol gelap dan dibiarkan dalam gelap.

(3) Amonium Klorida Induk
Larutkan 3,818 gram ammonium klorida anhidrat dalam 1 liter ammonia bebas air. 1 ml larutan ini mengandung 100 mg nitrogen ammonia

(4) Amonium Klorida Standar
Encerkan 10 ml larutan ammonium klorida induk menjadi 1 liter. 1 ml larutan ini sama dengan 10 mg ammonium nitrogen atau 12,2 mg ammonia.

(5) Lartan 50 % Natrium Kalium Tartarat.
Larutkan 50 gram natrium kalium tartarat dalam 100 ml ammonia hangat bebas air.

(6) Larutan Lead Asetat 10 %
Larutka 10 gram lead asetat dalam 100 ml air.

Cara Kerja :
(1) Ambillah 1 ml ammonium klorida dalam tabung nessler. Tabung nessler dibuat khusus untuk pengukuran warna optic . Bilamana tidak ada tabung nessler Gunakan tabung penguji apapun yang terbuat dari gelas yang jernih. Semua tabung yang digunakan untuk perbadingan warna harus sama ukuran dan kualitasnya.
(2) Encerkan larutan standar menjadi 100 ml. Tambahkan 2 ml pereaksi nessler.
(3) Apabila 100 ml sampel tak berwarna dalam tabung lain yang sama, dan tambahkan 2 ml pereaksi nessler kedalamnya.
(4) Bilamana sampel air menjadi berkabut pada penambahan pereaksi nessler, hentikan.
(5) Kepada sampel segar tambahkan 2 ml campuran larutan natrium kalium tartarat 50 % dan pereaksi nessler dengan volume yang sama.
(6) Biarkan kedua standar dan sampel selama 10 menit . Warna kuning yang terjadi bandingkan langsung dengan jumlah ammonia yang ada.

Perkiraan Banyaknya ammonia dapat dibuat berdasarkan intensitas warna . Warna coklat kemerahan mencirikan adanya lebih dari 5 mg /liter ammonia. Warna kuning mencolok mencirikan konsentrasi ammonia antara 1 sampai dengan 5 mg/liter. Warna kuning yang hampir tak teramati mancirikan ammonia kurang dari 0,1 mg/liter.