Home > Pengelolaan Kualitas Air > Sampel Kualitas Air > Pengukuran Kualitas Air

Pengukuran Kualitas Air

Pengambilan sampel untuk pengukuran kualitas air merupakan salah satu titik kritis pada tahapan pengukuran kualitas air. Pengambilan sampel merupakan satu langkah awal yang dapat menentukan keakuratan data kualitas air yang akan digunakan. Sebelum mempelajari teknik pengambilan sampel sebaiknya anda mengetahui macam-macam sampel/ contoh air terlebih dahulu. Sampel air permukaan berasal dari air sungai, air danau, air waduk, mata air, air rawa, dan air gua.

Pengujian air permukaan bertujuan untuk:
a. Mengetahui kualitas air permukaan sehingga dapat ditentukan peruntukannya sebagai, misalnya air minum, air untuk rekreasi, air untuk industrI, air untuk perikanan, air pertanian, dan sebagainya
b. Membuktikan dan mengendalikan pencemaran
c. Menetapkan kebijakan pengelolaan air permukaan

Maksud pengambilan sampel kualitas air adalah mengumpulkan volume sampel kualitas air yang akan diteliti dengan jumlah sekecil mungkin, tetapi masih mewakili (representatif), yaitu masih mempunyai sifat–sifat yang sama dengan sumber sampel kualitas air tersebut (misal badan air/sungai, danau/waduk, mata air, sumur dll.). Karakteristik dari perairan mungkin tidak banyak berubah selama beberapa waktu, tetapi banyak juga aliran air yang selalu berubah di dalam waktu singkat.

Contohnya karakteristik air di hulu umumnya hanya berubah karena pengaruh hujan sehingga perubahan dapat bersifat harian bahkan jam. Untuk memperoleh contoh yang mewakili keadaan yang sesungguhnya dapat dipilih tiga metode :
1. Contoh Sesaat (Grap Sample)
Contoh sesaat mewakili keadaan air pada suatu saat dari suatu tempat. Apabila suatu sumber air mempunyai karakteristik yang tidak banyak berubah didalam suatu periode atau didalam batas jarak waktu tertentu maka contoh sesaat tersebut cukup mewakili keadaan waktu dan tempat tersebut. Umumnya metode ini dapat dipakai untuk sumber air alamiah tetapi tidak mewakili keadaan air buangan atau sumber air yang banyak dipengaruhi oleh bahan buangan.

Bila suatu sumber atau air buangan diketahui mempunyai karakteristik yang banyak berubah maka beberapa contoh sesaat diambil berturut-turut untuk jangka waktu tertentu dan pemeriksaannya dilakukan sendiri-sendiri, tidak disatukan seperti pada metode gabungan. Jangka waktu pengambilan sampel air berkisar antara 5 menit sampai 1 jam atau lebih, umumnya periode pengambilan sampel selama 24 jam. Pemeriksaan parameter tertentu memerlukan metode sesaat seperti pengukuran suhu, pH, kadar gas terlarut, CO2, sulfida, sulfat, sianida dan klorin.

2. Contoh Gabungan Waktu (Composite Sample)
Contoh gabungan waktu adalah campuran contoh-contoh sesaat yang diambil dari suatu tempat yang sama pada waktu yang berbeda. Hasil pemeriksaan contoh gabungan menunjukkan keadaan merata dari tempat tersebut didalam suatu periode. Umumnya pengambilan sampel dilakukan secara terus menerus selama 24 jam tetapi dalam beberapa hari dilakukan secara intensif untuk jangkan waktu yang lebih pendek.

Untuk mendapatkan contoh gabungan waktu (composite) perlu diperhatikan agar setiap contoh yang dicampurkan mempunyai volume yang sama. Apabila volume akhir dari suatu contoh gabungan 1-5 Liter, maka untuk selang waktu 1 jam selama periode pengambilan sampel 24 jam dibutuhkan volume contoh masing-masing sebanyak 200-220 mL.

3. Contoh Gabungan Tempat (Integreted Sample)
Merupakan campuran contoh-contoh sesaat yang diambil dari tempat yang berbeda pada waktu yang sama. Hasil pemeriksaan contoh gabungan menunjukkan keadaan merata dari suatu daerah atau tempat pemeriksaan. Metode ini berguna apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dari suatu penampang aliran sungai yang dalam atau lebar atau bagian-bagian penampang tersebut memiliki kualitas yang berbeda.

Metode ini umumnya tidak dilakukan untuk pemeriksaan kualitas air danau atau air waduk karena pada umumnya menunjukkan gejala yang berbeda kualitasnya karena kedalaman atau lebarnya. Dalam hal ini selalu dipergunakan metode pemeriksaan terpisah.