Home > Pengelolaan Kualitas Air > Penyakit Budidaya Perairan > Penyakit Akibat Bakteri Pada Ikan

Penyakit Akibat Bakteri Pada Ikan

A. Mycobacterium sp
Mycobacterium sp. yang dikenal sebagai penyebab penyakit ” tuberkulosis ikan” (Fish TB), adalah bakteri yang berbentuk batang, dengan ukuran 0,2-0,6 x 1,0-10 μm, bersifat gram positif lemah, tidak bergerak, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat aerob. Bakteri ini banyak dijumpai di perairan tawar dan laut maupun tanah dengan suhu optimal pertumbuhannya 25-30oc. tidak dapat tumbuh pada suhu 37oc kecuali m. Marinum, m. Fortuitum dan m. Chelonei.

Mycobacterium sp. cara penularannya belum diketahui dengan pasti diduga beberapa yang mungkin adalah melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Selain menyerang berbagai ikan air tawar ataupun air laut, Mycobacterium sp. dilaporkan juga menyerang katak, jenis-jenis kadal, ular, buaya dan kura-kura maupun penyu. Pada ikan menunjukkan tanda-tanda seperti
a) Pembengkakan vena,
b) Mata menonjol,
c) Adanya luka pada tubuh,
d) Mata pucat, lordosis,
e) Skeliosis,
f) Ulser atau luka dan rusaknya sirip (patah-patah).
g) Adanya bintil berwama putih keabu-abuan pada hati, ginjal dan empedu.
h) Benjolan terdapat di berbagai organ seperti insang, pericardium, mata, empedu, ginjal dan hati.

Ikan gurame yang diinfeksi Mycobacterium sp dapat dilihat pada Gambar 10.
image
Gambar 10. Ikan gurame yang diinfeksi Mycobacterium sp menunjukkan luka borok pada permukaan tubuh (kiri), perdarahan organ (kanan).

B. Nocardia sp
Nocardia sp. adalah bakteri yang bentuknya bervariasi yaitu bulat, oval dan batang berfilamen, dengan ukuran diameter 0,5-1,2 μm, bersifat gram positif, bergerak, tidak membentuk kapsul dan bersifat aerob. Bakteri ini tersebar di alam termasuk di air dan tanah. Suhu optimal bagi pertumbuhan nocardia asteroides antara 28-35oC, Sedangkan Nocardia kampachi tidak tumbuh pada suhu 10oC atau 37oC. Nocardia sp. pada ikan cara penularannya belum diketahui dengan pasti Nocardia sp. dilaporkan menyerang berbagai ikan air tawar dan air laut antara lain
a) Rainbaow trout (Oncorhynchus mykiss),
b) Brook trout (Salvelinus fontinalis),
c) Neon tetra,
d) Sepat (Trichogaster trichopterus),
e) Paradise fish,
f) Gurami
g) Yellow tail (Seriolla quinquiradiata).

Gejala klinis pada ikan yang terserang adalah
a) Pembengkakan pada organ yang terserang (seperti tumor),
b) Ulser atau luka pada permukaan tubuh,
c) Lemah, nafsu makan menurun dan kurus.
6) Edwardsiella tarda dan E. Ictaluri

Edwardsiella tarda dan E. Ictaluri adalah bakteri yang berbentuk batang bengkok dengan ukuran 1 x 2-3 μm, bersifat gram negatif bergerak dengan bantuan flagella tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif anaerob. Bakteri ini dapat dijumpai di lingkungan air tawar dan air laut, dengan suhu optimal bagi pertumbuhannya sekitar 35oC, sedangkan pada suhu di bawah 10oC atau di atas 45oC tidak dapat tumbuh.
Edwardseilla tarda dilaporkan menyerang ikan-ikan air tawar dan laut antara lain :
a) Channel catfish (Ictalurus punctatus),
b) Chinook salmon (Onchorhynchus tshawyscha).
c) Common carp (Cyprinus carpio),
d) Crimson seabream (Evynnis japonicus),
e) Japanese flounder (Paralichthys olivaceus),
f) Japanese eel (Anguilla japonica),
g) Largemouth bass (Mycropterus salmoides),
h) Mullet (Mugil cephalus),
i) Red sea bream (Chrysophrys major),
j) Striped bass (Morone saxatilis),
k) Tilapia (Tilapia nilotica),
l) Yellow tail (Seriolla quinquiradiata),

Sedangkan Edwardseilla ictaluri dilaporkan menyerang
a) Channel catfish (Ictalurus furcatus),
b) Brown bullhead (Ictalurus nebulosus),
c) Blus catfish (Ictalurus furcatus),
d) Danio (Danio devario),
e) Green knifefish (Eigemannia virens),
f) Walking catfish (darias batrachus),
g) White catfish (Ictalurus catus).

Gejala serangan peyakit ini pada ikan adalah
a) Pada tahap infeksi ringan hanya menampakkan luka-luka kecil,
b) Perkembangan penyakit lebih lanjut, luka bernanah berkembang dalam otot rusuk dan lambung.
c) Pada kasus akut, luka bernanah secara cepat bertambah dengan berbagai ukuran,
d) Kemudian luka-luka terisi gas dan terlihat bentuk cembung menyebar ke seluruh tubuh.
e) Warna tubuh hilang, dan
f) luka-luka merata diseluruh tubuh, jika luka digores, akan tercium bau busuk (H2S).