Home > Penanaman Rumput Laut > Penyakit Rumput Laut > Penyakit Bakterial Rumput Laut

Penyakit Bakterial Rumput Laut

Penyakit bakterial lain juga disebabkan oleh Macrocystis pyrifera dan Micrococcus umumnya menyerap pada budidaya Laminaria. Selain penyakit ice-ice, rumput laut juga dapat terserang penyakit bakterial dan jamur. Penyakit jamur yang disebabkan oleh Hydra thalassiiae menyerang bagian gelembung udara rumput laut Sargassum sp. Penyakit “ice-ice” (sebagian orang menyebutnya sebagai white spot) merupakan kendala utama budidaya rumput laut Eucheuma yang terutama disebabkan oleh perubahan lingkungan seperti arus, suhu dan kecerahan.

Kecerahan air yang sangat tinggi dan rendahnya kelarutan unsur hara Nitrat dalam perairan juga merupakan penyebab munculnya penyakit tersebut. Beberapa peneliti telah melaporkan bahwa telah diisolasi beberapa jenis bakteri pada thallus tersebut dimana bakteri tersebut hanya merupakan penyebab kedua (secondary impact). Beberapa faktor abiotik yang dilaporkan dapat menjadi penyebab munculnya penyakit ice-ice pada budidaya Eucheuma di Filipina adalah kurangnya densitas cahaya, salinitas kurang dari 20 ‰, dan temperatur mencapai 33-35°C (Largo et al., 1995).

image

Gambar 27. Penyakit pada rumput laut (a) infeksi bakteri dan (b) infeksi jamur

Penyakit pada rumput laut ini terjadi di daerah-daerah dengan kecerahan tinggi dan dikenal sebagai ice-ice dengan gejala timbulnya bercak-bercak pada bagian thallus, lama kelamaan akan kehilangan warna sampai menjadi putih dan terputus. Kondisi ini disebabkan karena adanya perubahan lingkungan yang ekstrim dan tidak dapat ditolerir, sehingga tanaman menjadi lemah (tidak sehat). Bila keadaan ini terus berlanjut, maka akan mengakibatkan kegagalan panen.

Bercak putih (ice-ice) merupakan penyakit yang timbul pada musim laut tenang dan arus lemah diikuti dengan musim panas. Penyakit ini dapat merusak areal tanaman sampai mencapai 60-80% dan lamanya 1-2 bulan (Sulistijo, 2002). Dari beberapa hasil penelitian tentang penyakit ice-ice, maka gagalnya musim panen di duga dapat disebabkan karena;
1) Nelayan tidak menghentikan sementara kegiatan budidayanya pada saat penyakit mewabah
2) Banyaknya predator ikan herbivore yang ukurannya relatif kecil (5-10 cm) seperti ikan Siganus sp. dan Pomacentris sp. pada saat rumput laut mengalami stress. Ikan-ikan tersebut memakan tunas-tunas yang tumbuh pada thalli serta memakan bagian thalli, kerugian yang diakibatkan tidak cukup berarti, namun pada bagian yang luka pada musim yang tidak menguntungkan mudah terinfeksi oleh bakteri ice-ice.
3) Sanitasi lingkungan yang tidak bersih (banyak sampah) juga merupakan salah satu kontribusi melimpahnya bakteri di sekitar budidaya.
4) Tidak adanya antisipasi pergantian musim yang dapat memicu terjangkitnya penyakit ice-ice.
5) Bibit yang digunakan selama bertahun-tahun tidak diganti dengan bibit yang segar dari luar daerah, sehingga bakteri dapat mudah beradaptasi dengan kondisi fisiologis rumput laut