Penyakit Virus Udang

A. Penyakit virus HPV (Hepatopancreatic Parvovirus) dan MBV (Monodon Baculovirus)
Pada Tahun 1988-1990 merupakan penyakit yang sangat mematikan untuk udang windu yang dapat menyebabkan pertumbuhan udang lambat. Organ yang diserang adalah hepatopancreas. Pada serangan yang serius,Hepatopancreas akan terlihat pucat, menyusut dan memadat.

B. Penyakit virus YHD (Yellow Head Disease)
Gejala penyakit ini antara lain :
a) Bagian kepala berwarna kuning,
b) Hepatopancreas kuning,
c) Usus kosong karena tidak makan.
d) Dalam 3 hari kematian mencapai 100%.

Virus YHD sering menginfeksi : P. monodon; Palaemon styliferus dan Acetes (kerier); P. merguiensis dan Metapenaeus ensis, P. vannamei, P. setiferus, P. aztecus, dan P. duodarum (experimental). Organ sasaran: lymphoid organ, hemolimph

C. Penyakit virus IMNV (Infectious Myonecrosis Virus)
Virus IMNV ditemukan di Brazil pada tahun 2002. Gejala yang ditimbulkan pada udang antara lain :
a) Jaringan otot berwarna putih opaque
b) Bagian ekor disertai warna kemerahan seperti udang rebus
c) Kematian akut 40-60%

Di Indonesia diketemukan pada akhir Mei 2006 di daerah Situbondo, Jawa Timur. Penyakit menyerang pada udang besar berumur 60 – 80 hari. Umumnya nafsu makan tetap tinggi, ada kematian secara bertahap. Sehingga pakan pada anco selalu habis. Tetapi lama kelamaan cenderung menurun karena ada pengurangan populasi. Myo sering kali tidak terdeteksi ketika masih benur. Hingga saat ini, belum pernah ditemukan sample benur positif terserang Myo.

D. White Spot Baculovirus (WSBV)
Virus ini menyerang udang windu P.monodon dan P.merguiensis di Jawa, Bali, Lampung, Sumatera Utara, Aceh dan Sulawesi Selatan dari tahun 1994 sampai sekarang dan menyerang udang yang berumur 50-60 hari yang berukuran 5-15 gram. Mortalitas mencapai 100 persen dalam waktu 3-5 hari. Penyakit ini menyebabkan kerugian yang besar didalam industri udang nasional, sehingga menurunkan secara drastis produksi udang.

Morfologi WSBV strain Indonesia adalah berbentuk batang, ada perpanjangan tail-like projection pada satu bagian ujung. Ukuran normal nucleocapsid WSBV adalah diantara 78-90nm (diameter) dan 330-350 nm (panjang) dan diketemukan melimpah di pembengkakan inti dan sitoplasma. Virus tidak tahan terhadap panas, lemak dan pH yang rendah. Penyakit viral telah mengakibatkan kerugian yang cukup besar di kalangan petambak. Penyebaran penyakit terjadi secara cepat dan melanda satu kawasan dalam waktu yang sangat singkat.