Home > Konservasi Tanah dan Air > Teknik Konservasi > Perencanaan Teknis Bendungan Urugan

Perencanaan Teknis Bendungan Urugan

1) Karakteristik bendungan urugan Dibandingkan dengan jenis-jenis lain, maka bendungan urugan mempunyai keistimewaan sbb :

  • Pembangunannya dapat dilaksinakan pada harnpir semua kondisi geologi dan geografi yang dijumpai.
  • Bahan-bahan untuk tubuh bendungan dapat digunakan batuan yang terdapat di sekitar lokasi calon bendungan.

Kelemahan tipe bendungan ini adalah tidak mampu menahan limpasan diatas mercunya, di mana limpasa yang terjadi dapat menyebabkan longsoran pada lereng hilir yang dapat mengakibatkan jebolnya bendungan. Karakteristik bendungan urugan adalah :

  • Bendungan urugan mempunyai alas yang luas sehingga beban harus didukung oleh pondasi per unit luas menjadi kecil. Beban yang didukung oleh pondasi adalah berat tubuh bendungan dan tekanan hidrostatis dari air di dalam waduk. Oleh sebab itu bendungan urugan dapat dibangun diatas batuan yang lapuk atau diatas alur sungai yang tersusun dari batuan sedimen dengan kemarnpuan daya dukung yang rendah asalkan kekedapannya bisa diperbaiki pada tingkat yang dikehendaki.
  • Bendungan urugan selalu dapat dibangun dengan mempergunakan bahan batuan yang terdapat di sekitar lokasi calon bendungan.
  • Dalam pembangunannya bendungan urugan dapat dilaksanakan secara mekanis dengan intensitas tinggi.
  • Peralatan yang dipilih disesuaikan dengan sifat-sifat bahan yang akan digunakan serta kondisi lapangan pelaksanaan. Karena tubuh bendungan terdiri dari timbunan tanah atau timbunan batu yang berkomposisi lepas, maka jebolnya bendungan umumnya disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut
  • Longsoran yang tejadi baik pada lereng hulu maupun lereng hilir tubuh bendungan.
  • Terjadinya sufosi (erosi dalam atau piping) oleh gaya – gaya yang timbul dalam aliran filtrasi yang tetjadi di dalam tubuh bendungan.
  • Suatu konstruksi yang kaku tidak diinginkan di dalam tubuh bendungan, karena tidak dapat menikuti gerakan konsolidasi dari tubuh bendungan tersebut.
  • Proses pelaksanaan pembangunannya biasanya sangat peka terhadap pengaruh iklim, lebih-Iebih pada bendungan urugan tanah dimana kelembaban optimum tertentu perlu dipertahankan terutama pada saat pelaksanaan penimbunan dan pemadatannya.

image

2) Perancangan bendungan urugan
Pada hakekatnya eksistensi suatu bendungan telah simulai sejak diadakannya kegiatan-kegiatan survey, perancangan, perencanaan teknis, pembangunan, operasi dan pemeliharaan sampai akhir dari umur efektif bendungan tersebut. Semakin mendalam pelaksanaan survay perancangan dikerjakan maka semakin mudah pula pelaksanaan pembangunannya, karena kemunginan terjadinya modifikasi konstruksi semakin keci!. Dari hasi analisa teknis tersebut maka akan dapat ditentukan dengan mantap hal-hal sebagai berikut :

  • Kedudukan bendungan yang paling baik.
  • Tipe bendungan yang paling cocok.
  • Metode pelaksanaan pembangunan yang paling efektif.
    Beberapa aspek yang perlu dipelajari untuk dapat merealisir gagasan suatu bendungan adalah : topografi, geologi teknik, pondasi, hidrologi, bahan bendungan, bangunan pelimpah, bangunan penyadap dan lain-lain.

image