Pergiliran Tanaman

Dalam setahun, perlu ada pergiliran antara tanaman yang tidak mampu menghasilkan banyak bahan hijauan seperti kedelai dan kacang hijau dengan tanaman yang mampu menghasilkan Iebih banyak bahan hijauan seperli jagung dan sorgum. Kenyatan menunjukkan bahwa di daerah yang berpenduduk padat seperti di daerah aliran sungai di Jawa, usaha mengembalikan limbah ke tanah sangat sukar dilakukan. Hal ini disebabkan oleh digunakannya limbah untuk berbagai kepentingan lain seperti untuk ternak, industri, kayu bakar dan sebagainya.

Akibatnya kadar bahan organik tanah sukar dipertahankan dan produktivitas sebagian besar lahan kering menjadi sangat rendah. Dalam usahatani konservasi yang dipadukan dengan ternak, sebagian limbah sering digunakan untuk ternak. Bila seluruh pupuk kandang dapat dikembalikan ke tanah maka kadar bahan organik tanah dapat dipertahankan. Salah satu cara untuk memelihara produktivitas lahan adalah dengan usaha menghasilkan bahan hijauan dalam jumlah besar dan mengembalikannya ke tanah sebagai mulsa (disebar di permukaan) atau dibenamkan ke dalam tanah waktu pengolahan tanah.

Pengembalian sisa tanaman dalam bentuk mulsa akan lebih efektif karena dapat menekan erosi dan menghindari pemadatan tanah.
image
Gambar 14. Tanaman pergiliran

Bila musim kemarau tiba … saat nya petani untuk melakukan pergiliran tanaman . Mulai dengan menanam jagung, menanam kedelai juga kacang panjang…..ada juga yang melakukan pola padi, jagung dan tembakau.
Pergiliran tanaman di fungsikan agar petani tetap produktif bercocok tanam meski pasokan air ber kurang … sehingga dilakukan penanaman selain padi seperti contoh yang telah disebutkan diatas…. Selain itu juga bisa mulai menanam mentimun, melon, kacang tanah, cabe dan bawang serta masih banyak lagi tergantung dengan keadaan daerah masing-masing.

Di luar persoalan antisipasi krisis air, pergiliran tanaman sesungguhnya mempunyai fungsi penting yaitu untuk memutus siklus perkembang biakan hama dan penyakit tanaman selain itu untuk menekan terjadinya erosi dan mencegah terkurasnya unsur hara dari dalam tanah. Pergiliran tanaman diperlukan juga untuk mempertahankan dan memperbaiki sifat-sifat fisik dan kesuburan tanah. Ini terjadi bila sisa tanaman dijadikan kompos atau mulsa yang dibenamkan dalam tanah. Hal ini akan mempertinggi kemampuan tanah dalam menahan dan menyerap air, mempertinggi stabilitas dan kapasitas daya serap tanah.

Jika tanaman yang dipergilirkan adalah tanaman leguminosa (kacang-kacangan) ini akan menambah kandungan Nitrogen (N) tanah yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman. Juga akan menjaga keseimbangan unsur hara karena adanya serapan unsur dari kedalaman yang berbeda. Nah …kalau melihat kegunaan ini semua …maka pergiliran tanaman memang sangat disarankan …agar para petani pun tetap produktif dan terus bisa memetik hasil bercocok tanamnya meski musim kering. Jadikan musim kering sebagai peluang bukan ancaman ….