Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Pertanaman Lorong (Alley Cropping)

Pertanaman Lorong (Alley Cropping)

Pertanaman lorong (alley cropping) sangat baik diterapkan pada lahan kering. Jenis tanaman leguminosa yang umum digunakan adalah Flemingia congesta, Glericidea sepium, Teprosia candida , dan Caliandra. Sistem pertanaman lorong (alley croping) adalah suatu sistem di mana tanaman pangan ditanam pada lorong (alley) di antara barisan tanaman pagar.

Pangkasan dari tanaman pagar digunakan sebagai mulsa yang diharapkan dapat menyumbangkan hara terutama nitrogen kepada tanaman lorong. Tanaman yang digunakan untuk tanaman pagar antara lain adalah lamtoro (Leucaena leucocephala), gliricidia (Gliricidia sepium), kaliandra (Caliandra calothyrsus) atau flemingia (Flemingia congesta).
image
Gambar 11. Tanaman lorong Caliandra calothyrsus

Lamtoro lebih sesuai pada tanah yang tidak masam (pH 5,5-7,5) dan kurang baik tumbuhnya apabila tanah masam (pH 4-5,5). Gliricidia mempunyai daya toleransi yang lebih tinggi terhadap kemasaman tanah, tahan pangkasan dan cepat kembali bertunas sesudah pemangkasan. Kaliandra mempunyai daya adaptasi yang cukup luas tetapi kalah populer dibandingkan dengan gliricidia.

Persyaratan tanaman pagar:

  • Tahan pemangkasan dan dapat bertunas kembali secara cepat sesudah pemangkasan.
  • Menghasilkan banyak hijauan.
  • Diutamakan yang dapat menambat nitrogen (N2) dari udara.
  • Tingkat persaingannya dengan tanaman lorong tidak begitu tinggi.
  • Tidak bersifat alelopati (mengeluarkan zat beracun) bagi tanaman utama.
  • Sebaiknya mempunyai manfaat ganda seperti untuk pakan ternak, kayu bakar dan penghasil buah supaya mudah diadopsi petani.

Teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman pagar:

  • Lamtoro dan flemingia biasa ditanam dengan menggunakan biji sedangkan gliricidia dengan menggunakan stek.
  • Untuk bahan stek, pilih cabang yang sudah berwarna keputihan (tidak lagi hijau) berdiameter 2-4 cm. Panjang stek kurang lebih 30 cm.
  • Stek ditanam menurut baris sejajar kontur dengan jarak tanam dalam baris 20-30 cm. Untuk penanaman dengan biji (lamtoro atau flemingia), jarak antar biji sekitar 5-10 cm.

image
Gambar 12. Hubungan antara sudut α dlm (derajat), jarak vertikal/interval (a) dan jarak lateral antar tanaman pagar

Jarak antar baris tanaman pagar ditentukan berdasarkan lereng (sudut α) dan jarak vertikal (IV) tanaman pagar (Tabel 9.1 dan Gambar 3). isalnya, untuk lahan yang lerengnya 15%, jarak vertikal yang kita inginkan 75 cm (0,75 m), maka jarak antara baris tanaman pagar (c) adalah 5,1 m atau dibulatkan menjadi 5 m. Untuk lahan yang lerengnya 30% dan jarak interval antar tanaman pagar yang diinginkan 1 m, maka jarak antar baris tanaman adalah 3,5 m.