Salinitas Alami Perairan

Salinitas yang tak sesuai dapat menggagalkan pembiakan dan menghambat pertumbuhan. Kerang hijau, kerang darah dan tiram adalah jenis-jenis kerang yang hidup di daerah estuaria. Variasi salinitas alami estuaria di Indonesia berkisar antara 15–32%. Hasil penelitian pada kerang hijau memberikan petunjuk bahwa salinitas 15% dapat menyebabkan kematian kerang tersebut. Keberhasilan benih kerang darah untuk menempel pada kolektor tergantung pada salinitas. Pada salinitas 18%, keberhasilan menempel lebih tinggi.

Tiram dapat hidup dalam perairan dengan salinitas yang lebih rendah daripada salinitas untuk kerang hijau dan kerang darah. Ikan kerapu dan beronang dapat hidup di daerah estuaria maupun daerah terumbu karang. Ikan kakap hidup di perairan pantai dan muara sungai. Rumput laut hidup di daerah terumbu karang. Pada umumnya salinitas alami perairan terumbu karang di Indonesia 31%.

a) Distribusi Salinitas Vertikal
Distribusi vertikal dari salinitas erat hubungannya dengan distribusi vertikal dari suhu dan densitas. Pada umumnya permukaan laut mempunyai salinitas yang lebih tinggi daripada lapisan-lapisan yang lebih dalam. Hal ini disebabkan oleh pengaruh distribusi suhu terhadap stabilitas perairan yang lebih besar daripada pengaruh distribusi salinitas. Pada permukaan air laut memiliki salinitas yang lebih rendah dibanding lapisan di bawahnya, hal ini disebabkan karena adanya pergerakan angin, serta curah hujan juga dapat mempengaruhi perbedaan salinitas ini.

Pada lapisan troposphere, salinitas mengalami penurunan hingga pada kedalaman 500 meter (34,3-33,9‰). Kemudian terjadi kenaikan salinitas lagi sampai kedalaman 1.600-2.000 meter (34,8-34,9‰). Distribusi salinitas pada lapisan stratospherelebih jelas ke arah horizontal.

image
Gambar 7. Stratifikasi vertikal salinitas berdasarkan kedalaman perairan

b) Distribusi Salinitas Horizontal
Salinitas di Samudra Atlantik, Pasifik dan Hindia sangat bergantung pada lintang. Salinitas minimum terdapat di daerah ekuator dan salinitas maksimum pada daerah 20ºLU dan 20ºLS, kemudian salinitas ini menurun lagi ke arah kutub. Rendahnya salinitas di daerah ekuator disebabkan tingginya curah hujan, ditambah lagi banyaknya sungai-sungai bermuara ke laut. Sedangkan di daerah subtropis utamanya yang beriklim kering dimana evaporasi lebih tinggi daripada presipitasi, salinitasnya dapat mencapai 45%. Hal ini dapat dijumpai di Laut Merah dan lagoon-lagoon di Texas Amerika Serikat.

image
Gambar 8. Sebaran salinitas secara horizontal