Home > Tanah Pertanian > Peranan Tanah > Tekstur Tanah

Tekstur Tanah

Tekstur tanah adalah salah satu dari sifat sifta fisik tanah yang sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman dan sifat-sifat tanah lainnya. Secara keseluruhan sifat-sifat fisik tanah ditentukan oleh: 

  • Ukuran dan komposisi partikel-partikel hasil pelapukan bahan penyusun tanah; 
  • Jenis dan perbandingan komponen penyusun partikel tanah. 
  • Keseimbangan antara suplai air, energi dan bahan dengan kehilangannya. 
  • Intensitas reaksi kimiawi dan biologis yang telah atau sedang berlangsung.

Pengertian Tekstur
Tanah Tekstur tanah adalah perbandingan relatif (dalam persen) dari partikel penyusun tanah antara fraksi pasir (sand) yang berdiameter 2,00 – 0,20 mm atau 2000 – 200 μm, debu (silt) dengan diameter 0,20 – 0,002 μm atau 200 – 2 μm, dan liat (clay) (< 2 μm). Partikel berukuran lebih besar 2 mm seperti kerikil dan bebatuan kecil tidak tergolong sebagai fraksi tanah, tetapi harus diperhitungkan dalam evaluasi tekstur tanah. Jika dilihat dari sisi ukuran partikel penyusun tanah, maka perbandingan gambaran ukuran diameter pasir, debu dan liat dapat dilihat seperti pada Gambar 1.5 berikut.
image
Gambar 1.5. Perbandingan ukuran pasir, debu dan liat

Klasifikasi ukuran, jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah menurut sistem USDA dan Sistem Internasional tertera pada Tabel 1.1 berikut.

Tabel 1.1. Klasifikasi fraksi-fraksi tanah menurut USDA dan Sistem Internasional
image
Tabel 1.1 memperlihatkan bahwa makin kecil ukuran partikel berarti makin banyak jumlahnya dan semakin luas permukaannya per satuan bobot tanah. Ini juga menunjukkan makin padatnya partikel-partikel per satuan volume tanah.

Hal ini berarti bahwa makin halus ukuran partikel tanah, makin banyak ukuran pori mikro yang terbentuk dan sebaliknya jika ukuran partikel tanah makin besar. Tanah yang didominasi pasir akan memiliki banyak pori-pori makro yang lebih besar, sedangkan tanah yang didominasi debu akan banyak mempunyai pori-pori berukuran sedang (agak poreus), dan tanah yang didominasi liat akan banyak mempunyai poripori mikro atau tidak poreus.

Hal ini berbanding terbalik dengan luas permukaan yang terbentuk. Luas permukaan mencerminkan luas penampang yang dapat bersentuhan dengan air, energi atau bahan lain, sehingga makin dominan fraksi pasir akan makin kecil daya menahan tanah terhadap ketiga material ini, dan sebaliknya, jika didominasi oleh liat, maka luas permukaan akan semakin besar. Berdasarkan keterangan di atas, maka:
1. Makin poreus tanah, akan makin mudah akar untuk masuk ke dalam tanah, serta makin mudah air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi baik). Air dan udara banyak tersedia bagi tanaman, tetapi makin mudah pula air untuk hilang dari tanah, dan sebaliknya.

2. Makin tidak poreus tanah akan makin sulit akar untuk masuk ke dalam tanah, serta makin sulit air dan udara untuk bersirkulasi (drainase dan aerasi buruk), air dan udara sedikit tersedia, tetapi air yang ada tidak mudah hilang dari tanah.

Tanah yang baik dicirikan oleh susunan yang ideal dari kedua kondisi ini, sehingga secara umum tanah bertekstur debu dan lempung akan mempunyai ketersediaan air, udara dan unsur hara yang optimum bagi tanaman, namun dari segi nutrisi, tanah bertekstur lempung lebih baik dibandingkan tanah bertekstur debu.