Home > Tanah Pertanian > Peranan Tanah > Tingkat Perkembangan Struktur Tanah

Tingkat Perkembangan Struktur Tanah

Berdasarkan pada tingkat perkembangan atau kemantapan struktur tanah, maka struktur tanah dapat dibedakan menjadi beberapa tingkat yaitu :

  • Lemah yaitu jika butir-butir struktur tanah dapat dilihat, tetap sudah rusak dan hancur waktu diambil dari profil tanah untuk diperiksa.
  • Sedang yaitu jika struktur tanah memiliki butir-butir struktur yang agak kuat dan tidak hancur waktu diambil dari profil untuk diperiksa.
  • Kuat yaitu jika struktur tanah memiliki butir-butir struktur tanah yang tidak rusak waktu diambil dari profil tanah dan tidak hancur walaupun digerak-gerakkan.

Berdasarkan Ukuran Struktur Tanah
1) Bentuk struktur lempeng, granuler dan remah dapat dibedakan menjadi

  • sangat halus/tipis jika struktur tanah berukuran < 1 mm.
  • halus jika struktur tanah berukuran 1-2 mm.
  • sedang jika struktur tanah berukuran 2-5 mm.
  • kasar/tebal jika struktur tanah berukuran 5-10 mm.
  • sangat kasar jika struktur tanah berukuran > 10 mm.

2) Untuk bentuk struktur gumpal membulat dan gumpal menyudut :

  • sangat halus, jika struktur tanah memiliki ukuran < 5 mm.
  • halus, jika struktur tanah memiliki ukuran 5-10 mm.
  • sedang, jika struktur tanah memiliki ukuran 10-20 mm.
  • kasar, jika struktur tanah memiliki ukuran 20-50 mm.
  • sangat kasar, jika struktur tanah memiliki ukuran > 50 mm.

3) Untuk bentuk struktur prismatik dan tiang :

  • Sangat halus/tipis, jika struktur tanah memiliki ukuran < 10mm.
  • Halus, jika struktur tanah memiliki ukuran 10-20 mm
  • Sedang, jika struktur tanah memiliki ukuran 20-50 mm.
  • Kasar/tebal, jika struktur tanah memiliki ukuran 50-100 mm.
  • Sangat kasar, jika struktur tanah memiliki ukuran > 100 mm.

Tanah yang terbentuk didaerah dengan curah hujan tinggi umumnya memiliki struktur tanah granular dilapisan atas (top soil) yaitu horizon A dan struktur gumpal di horizon B atau tanah lapisan bawah (sub soil). Struktur tanah dapat berkembang dari butiran– butiran tunggal ataupun kondisi massive. Tanah dengan struktur baik mempunyai tata udara yang baik, unsur – unsur hara lebih mudah tersedia dan tanah mudah diolah. Struktur tanah yang baik adalah yang bentuknya membulat sehingga antar butiran tanah tidak dapat bersing-gungan dengan rapat.

Akibatnya pori–pori tanah banyak terbentuk. Disamping itu struktur tanah harus tidak mudah rusak sehingga pori–pori tanah tidak mudah tertutup. Struktur tanah dapat memodifikasi pengaruh tekstur dalam hubungannya dalam kelembaban, porositas, tersedianya unsur hara, kegiatan jasad hidup dan perubahan akar. Struktur tanah secara praktis mempengaruhi aerasi dan draenase tanah, sehingga membatasi pertumbuhan tanaman.

Sistem pertanaman yang mampu menjaga kemantapan agregat tanah akan memberikan hasil yang tinggi bagi produksi pertanian. Struktur tanah sangat berpengaruh dalam bidang pertanian. Tanah sebagai media tumbuh bagi tanaman menjadi penentu seberapa hasil panen yang akan didapat. Jika strukturnya terlalu mantap maka akar akan sulit menembusnya, sebaliknya jika kemantapan strukturnya terlalu lemah maka ketersediaan unsur hara dan air akan sedikit karena tanah tidak dapat mengikat unsur hara dan air dengan kuat, oleh karena itu dibutuhkan struktur tanah yang seimbang.