Home > Konservasi Tanah dan Air > Erosi dan Sedimentasi > Tujuan Daerah Aliran Sungai

Tujuan Daerah Aliran Sungai

Sasaran dan tujuan tersebut harus dikaitkan dengan karakteristik DAS seperti kondisi sosial, budaya, ekonomi, fisik, dan biologi yang akan dikelola. Namun demikian sasaran yang akan dicapai pada umumnya adalah untuk meningkatkan atau memperbaiki keadaan DAS sehingga tingkat produktivitas di tempat tersebut tetap tinggi dan pada saat bersamaan, dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan pengelolaan tataguna lahan tersebut di daerah hilir dapat diperkecil.

Kerangka pemikiran pengelolaan DAS terdiri dari tiga dimensi pendekatan analisis pengelolaan DAS yaitu (Hufschmidt, 1986 dalam Asdak C, 2007) :
1) Pengelolaan DAS sebagai proses yang melibatkan langkah-langkah perencanaan dan pelaksanaan yang terpisah tetapi erat kaitannya.
2) Pengelolaan DAS sebagai sistem perencanaan pengelolaan dan sebagai alat implementasi program pengelolaan DAS melalui kelembagaan yang relevan dan terkait.
3) Pengelolaan DAS sebagai serial aktivitas yang masing-masing berkaitan dan memerlukan perangkat pengelolaan yang spesifik.

Secara konseptual, pengelolaan DAS dipandang sebagai suatu sistem perencanaan dari aktivitas pengelolaan sumberdaya termasuk tataguna lahan, praktek pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya setempat dan praktek pengelolaan sumberdaya di luar daerah kegiatan, dan sebagai alat implementasi untuk menempatkan usaha-usaha pengelolaan DAS seefektif mungkin melalui elemen-elemen masyarakat dan perorangan, serta pengaturan organisasi dan kelembagaan di daerah pelaksanaan.

Tabel 8. Pengelolaan DAS sebagai suatu Sistem Perencanaan
image

Kriteria dan Indikator Kinerja Ekosistem Daerah Aliran Sungai
Dalam pedoman pengelolaan ekosistem DAS, kriteria dan indikator kinerja DAS perlu ditentukan karena keberhasilan maupun kegagalan hasil program pengelolaan DAS dapat dimonitoring dan dievaluasi melalui kriteria dan indikator yang ditentukan khusus untuk maksud tersebut. Kriteria dan indikator pengelolaan DAS harus bersifat sederhana dan cukup praktis untuk dilaksanakan, terukur, dan mudah dipahami terutama oleh para pengelola DAS dan pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap program pengelolaan DAS.

Penetapan kriteria dan indikator kinerja diupayakan agar relevan dengan tujuan penetapan kriteria dan indikator dan diharapkan akan mampu menentukan bahwa program pengelolaan DAS dianggap berhasil atau belum/kurang/tidak berhasil. Dengan kata lain status atau “kesehatan” suatu DAS dapat ditentukan dengan menggunakan kriteria-kriteria kondisi tata penggunaan lahan, sosial ekonomi, dan kriteria kelembagaan. Tabel 5 menunjukkan kriteria dan indikator untuk menentukan kinerja DAS.

Tataguna, kemampuan dan kesesuaian lahan merupakan salah satu indikator dalam upaya pengelolaan DAS. Berbagai jenis, penyebaran dan luas penggunaan lahan merupakan indikator keseimbangan penutupan lahan di dalam DAS. Berdasarkan kemampuan lahannya dapat dianalisa apakah penggunaan lahan telah sesuai dibandingkan dengan penggunaan lahan yang ada sekarang.