Home > Penanaman Rumput Laut > Pemeliharaan Rumput Laut > Unsur Zat Besi dan Natrium

Unsur Zat Besi dan Natrium

Pada tumbuhan alga zat besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil, serta berperan sebagai sistem enzim, dan transfer elektron pada proses fotosintesis, kadar zat besi yang berlebihan sangat menghambat fiksasi unsur lainnya (Effendi, 2000). Zat besi juga berperan dalam oksidasi reduksi pada proses fotosintesis dan respirasi selain sebagai beberapa kofaktor enzim pada tumbuhan (Agustina, 2004). Kekurangan zat besi dapat menyebabkan warna tanaman menjadi kekuningan atau pucat (Dwidjosaputro, 1992).

Kadar Fe yang menunjang kehidupan rumput laut adalah > 0,018 mg/L (Pratomo dan Sulistyowati, 2002). Sedangkan Moore (1991) dalam Effendi (2000) menambahkan bahwa kadar besi bila melebihi 1,0 mg/L dianggap membahayakan kehidupan organisme akuatik. Sehingga kadar besi yang dinilai masih dalam kisaran aman untuk budidaya rumput laut berkisar antara 0,018 – 1,0 mg/L.

Natrium merupakan mikro nutrien yang diperlukan tumbuhan untuk mengaktifkan enzim nitrat reduktase dalam pemanfaatan nitrat oleh tumbuhan (Graham dan Wilcox, 2000), sedangkan Agustina (2004) menyebutkan bahwa natrium juga berfungsi sebagai pengatur keseimbangan air dalam tumbuhan dan mampu mengakumulasi asam oksalat. Natrium sangat diperlukan dalam pembangunan struktur sel-sel rumput laut, juga berperan dalam mekanisme transport elektron dalam proses metabolisme yang terjadi antara sel tumbuhan.

Kandungan natrium yang diperlukan rumput laut hanya dalam jumlah yang kecil namun memiliki peranan yang penting pada pertumbuhannya yaitu sebesar > 0,005 mg/L (Pratomo dan Sulistyowati, 2002). Ion natrium pada perairan laut bebas memiliki konsentrasi paling tinggi yaitu mencapai 10.500 mg/L (Subandriyo, 1986).