" /> Ilmu Kesehatan - TN Blogs
Home > Ilmu Kesehatan > Ilmu Kesehatan

Ilmu Kesehatan

Sejak zaman purbakala manusia telah mengenal penyakit, berusaha  sembuh dan menghindar dari sakit serta berusaha agar tetap sehat.  Sesuai dengan perkembangan peradaban manusia saat itu, maka  usaha untuk sembuh dari sakit dan agar tetap sehat dilakukan  dengan berbagai cara.

Oleh karena metode dan cara berbeda-beda  maka berbeda-beda pula cara pengobatan dari tempat satu dengan  tempat lainnya.  Ilmu kesehatan berkembang dari pengetahuan yang diketahui oleh  manusia. Pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber antara  lain: pancaindera, pikiran, dan intuisi. Bila dibandingkan antara  pengetahuan dan ilmu pengetahuan terdapat perbedaan yang nyata.

Pengetahuan ialah semua yang diketahui oleh manusia tanpa  memperhatikan pengetahuan tersebut benar atau salah, sedangkan  ilmu pengetahuan membatasi pengetahuan yang benar saja.  Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang telah teruji  kebenarannya melalui metode ilmiah.

Nah, karena manusia ingin  terbebas dari penyakit, maka mereka mulai mempelajari atau  mengkaji bagaimana caranya agar manusia dapat selalu hidup  sehat. Dengan menggunakan kemampuan berpikir rasional atas  dasar pengetahuan, menarik minat orang untuk mempelajari ilmu  kesehatan yang kemudian kita kenal sebagai ahli ilmu kesehatan.

Para ahli ilmu kesehatan kemudian melakukan penelitian-penelitian  yang bersifat observatif maupun eksperimental melalui pengamatan  dan pengukuran terhadap parameter-parameter kesehatan seperti  kadar hemoglobin dalam darah, kandungan bakteri dalam air minum,  kandungan vitamin dalam makanan dsb. Berdasarkan data akurat  yang disertai dengan penjelasan analisis secara deskriptif maka  akan diperoleh fakta-fakta yang kemudian digunakan untuk  merumuskan konsep-konsep dalam ilmu kesehatan.

Bila kita bandingkan pandangan orang pada jaman dahulu dengan  sekarang mengenai penyakit, ternyata cukup berbeda. Dulu orang  beranggapan bahwa penyakit lepra misalnya, merupakan penyakit  kutukan Tuhan.

Mereka juga menganggap bahwa penyakit malaria  disebabkan oleh udara buruk (mala = buruk; aria = udara).  Kedua contoh tersebut memberikan gambaran kepada kita bahwa  karena belum berkembangnya ilmu pengetahuan, orang dahulu  memandang penyakit secara kurang tepat sehingga  penanggulangannya pun kurang tepat.

Misalnya, untuk mencari  penyembuhan terhadap suatu penyakit, banyak diantara mereka  pergi ke dukun, ahli sihir, pendeta, ulama dan melakukan berbagai  upaya lainnya yang umumnya untuk beberapa penyakit tertentu tidak  membuahkan hasil yang memuaskan.

Dewasa ini kita saksikan, bahwa orang terus-menerus mencoba  mencari dan menyelidiki sebab-sebab timbulnya suatu penyakit.  Berkat kemajuan ilmu dan teknologi, khususnya di bidang teknologi kedokteran, akhirnya orang tahu dengan tepat bahwa penyakit lepra  disebabkan oleh kuman, bukan karena kutukan Tuhan.

Begitu pula  penyakit malaria bukan disebabkan oleh udara buruk tetapi  disebabkan oleh kuman yang menginfeksi tubuh manusia melalui  gigitan nyamuk Anopheles. Setelah diketahui bahwa penyebab  penyakit malaria adalah kuman yang disebarkan oleh nyamuk  Anopheles, maka upaya yang dilakukan manusia adalah bagaimana  memberantas nyamuk Anopheles, dan mengusahakan  penyembuhan penyakit tersebut.

Kini orang sudah tahu bahwa obat  penyakit malaria adalah pil kina.  Dari uraian di atas, jelaslah bahwa kemajuan yang dicapai dalam  bidang kedokteran atau kesehatan tersebut tidak lepas dari  kemajuan ilmu-ilmu yang mendukungnya, khususnya Biologi.

Dengan menguasai cabang-cabang biologi seperti anatomi, fisiologi,  histologi, mikrobiologi, zoologi dan sebagainya, para dokter sudah  dapat mengusahakan penyembuhan yang tepat bagi suatu penyakit.  Bahkan begitu pesatnya kemajuan yang dicapai dalam bidang  kedokteran, sampai-sampai penyakit yang paling rumit pun sudah  dapat ditanggulangi, misalnya tumor, kanker, penyakit jantung,  penyakit saraf, ginjal, dan sebagainya. Operasi, dewasa ini bukan  lagi menjadi hal yang menakutkan.